Terbaru

Dongeng Indonesia Raya

Aku bangga menjadi orang Indonesia. Aku juga bangga mempunyai orang tua dan teman-teman Indonesia. Orang Indonesia itu baik-baik. Soalnya orang Indonesia senang memelihara binatang. Banyak yang memelihara sapi dan kambing. Ada juga…

0 Shares

Pentas Seni: Hari Terburuk dalam Hidupku

Pagi itu aku berangkat sekolah dengan gelisah. Entah sudah berapa kali aku membetulkan rok kebayaku dalam mobil sekolah. Kegelisahanku tak senyap meski teman-temanku menenangkan hatiku dengan bilang, “kamu cantik kok, pasti bisa.”…

0 Shares

Mencintai Indonesia dari Tenera

Indonesia negeriku. Tenera sekolahku. Orangnya ramah-ramah. Macam-macam pula budayanya. Aku bangga tinggal dan berteman di Tenera. Sejak kecil kami diajari saling menghargai dan menghormati teman-teman karena Tenera seperti Indonesia, disusun dari bermacam-macam…

0 Shares

Menjadi Indonesia Merdeka

Aku bangga menjadi anak Indonesia karena negara ini tangguh ketika menghadapi masalah. Indonesia tidak memiliki rasa takut dalam menghadapi musuh meski harus menumpahkan darah. Indonesia kaya akan keragaman. Negara ini memanggul perbedaan…

0 Shares

Besarnya Tanggung Jawab Mencintai Indonesia

Indonesia tumpah darah dan tanah kelahiranku. Aku tumbuh di tengah kepungan perbedaan yang indah. Aku bangga lahir lalu besar di tengah kayanya suku, ras, agama, dan budaya. Aku bangga, harusnya kau juga…

0 Shares

Warning untuk Anak Sekolah Kota

Nama saya Revan, sekolah di SD Tenera kelas enam. Sekolah kami letaknya jauh dari kota. Jaraknya kira-kira tiga sampai empat jam dari Bengkulu. Sekolah kami berdiri kokoh di tengah perkebunan sawit. Tapi…

0 Shares

Sama dengan Begadang, Berantem Tak Ada Artinya

Halo nama saya Nayla. Saya sekolah di SD Tenera, kelas enam. Di SD Tenera itu banyak perbedaan budaya tapi kami saling menghormati satu sama lain. Perbedaan ras, agama, dan suku bukan masalah…

0 Shares

Cahaya Aurora di Tangan Kami

Suatu hari aku dan dua sahabatku, Andi dan Riski menemukan sebuah kotak musik antik yang berada di belakang rumahku. Kami membawanya ke rumah lalu membukanya. Di kotak musik itu tidak patung balerina…

0 Shares

Melawan Monster di Dimensi Lain

Suat hari tiga sekawan: Kamir, Kumir dan Kasir pergi bermain ke rumah Kumir. Ayah dan ibu Kumir sedang tak ada di rumah dan mereka ingin bebas bermain. “Ayo kita bermain ninja-ninjaan. Kau…

0 Shares

Pentas Seni: Hari Terburuk dalam Hidupku

Pagi itu aku berangkat sekolah dengan gelisah. Entah sudah berapa kali aku membetulkan rok kebayaku dalam mobil sekolah. Kegelisahanku tak senyap meski teman-temanku menenangkan hatiku dengan bilang, “kamu cantik kok, pasti bisa.”…

0 Shares

Mencintai Indonesia dari Tenera

Indonesia negeriku. Tenera sekolahku. Orangnya ramah-ramah. Macam-macam pula budayanya. Aku bangga tinggal dan berteman di Tenera. Sejak kecil kami diajari saling menghargai dan menghormati teman-teman karena Tenera seperti Indonesia, disusun dari bermacam-macam…

0 Shares

Menjadi Indonesia Merdeka

Aku bangga menjadi anak Indonesia karena negara ini tangguh ketika menghadapi masalah. Indonesia tidak memiliki rasa takut dalam menghadapi musuh meski harus menumpahkan darah. Indonesia kaya akan keragaman. Negara ini memanggul perbedaan…

0 Shares

Besarnya Tanggung Jawab Mencintai Indonesia

Indonesia tumpah darah dan tanah kelahiranku. Aku tumbuh di tengah kepungan perbedaan yang indah. Aku bangga lahir lalu besar di tengah kayanya suku, ras, agama, dan budaya. Aku bangga, harusnya kau juga…

0 Shares

Warning untuk Anak Sekolah Kota

Nama saya Revan, sekolah di SD Tenera kelas enam. Sekolah kami letaknya jauh dari kota. Jaraknya kira-kira tiga sampai empat jam dari Bengkulu. Sekolah kami berdiri kokoh di tengah perkebunan sawit. Tapi…

0 Shares

Sama dengan Begadang, Berantem Tak Ada Artinya

Halo nama saya Nayla. Saya sekolah di SD Tenera, kelas enam. Di SD Tenera itu banyak perbedaan budaya tapi kami saling menghormati satu sama lain. Perbedaan ras, agama, dan suku bukan masalah…

0 Shares

Cahaya Aurora di Tangan Kami

Suatu hari aku dan dua sahabatku, Andi dan Riski menemukan sebuah kotak musik antik yang berada di belakang rumahku. Kami membawanya ke rumah lalu membukanya. Di kotak musik itu tidak patung balerina…

0 Shares

Melawan Monster di Dimensi Lain

Suat hari tiga sekawan: Kamir, Kumir dan Kasir pergi bermain ke rumah Kumir. Ayah dan ibu Kumir sedang tak ada di rumah dan mereka ingin bebas bermain. “Ayo kita bermain ninja-ninjaan. Kau…

0 Shares

Anak Buangan Pembasmi Iblis

Pada suatu hari disebuah kota yang penuh dengan suara bising yang tak pernah berhenti, kini suara itu tidak terdengar lagi. Suara keributan itu telah terpendam oleh suara hujan yang terus menyelimuti kota…

0 Shares

Menjadi Indonesia Merdeka

Aku bangga menjadi anak Indonesia karena negara ini tangguh ketika menghadapi masalah. Indonesia tidak memiliki…

0 Shares

Cahaya Aurora di Tangan Kami

Suatu hari aku dan dua sahabatku, Andi dan Riski menemukan sebuah kotak musik antik yang…

0 Shares

Anak Buangan Pembasmi Iblis

Pada suatu hari disebuah kota yang penuh dengan suara bising yang tak pernah berhenti, kini…

0 Shares

Buku Ajaib yang Mempesona

Teng.. Teng.. Teng.. Lonceng berbunyi tiga kali menandakan bahwa siswa diperbolehkan untuk pulang. Kami berhamburan…

0 Shares

Minta Waktu untuk Tobat

Engkau datangkan wabah penyakit yang sangat mematikan yang kami sebut  Corona. Manusia di muka bumi…

0 Shares