Angelica Jenifer Candra: Jangan Takut Kalah

Pebasket putri Indonesia Angelica Jenifer Candra, lolos seleksi Jr. National Basketball Association (NBA) Asia Pasific. Bersama sembilan pemain lolos selekSi lainnya, siswi SMP Pangudi Luhur 1 karta itu bakal mewakili tim Asia Pasific di Kejuaraan Dunia NBA Jr yang akan digelar di Orlando, Amerika Serikat, mulai 6 Agustus mendatang.

Angelica dan Vanissa akan satu tim dengan delapan pemain dari Asia yang juga terpilih yaitu Chong Pui Khee (Malaysia), Dianne Camille (Filipina), Iris Yuen (Singapura), Lily Taulelei (Selandia Baru), Phung Trang Linh (Vietnam), Reina Fukuo (Jepang), Summah Hanson (Australia), dan Supawadee Aupatum (Thailand).

Sebelum berangkat ke Orlando, Nyalanya mampir ke SMP Pangudi Luhur 1 Jogja lalu ngobrol santai sama Angelica dan kepala sekolahnya. Angel, sapaan akrabnya, cerita banyak tentang basket dan kejuaraan dunia yang akan dia hadapi.

Angelica bersama kepala sekolah SMP Pangudi Luhur 1

Nyalanya: Halo Angelica, selamat ya mewakili Indonesia ke liga basket NBA Jr.
Angelica: Halo Nyalanya, terima kasih ya, semoga bisa bikin bangga.

Nyalanya: Pasti bikin bangga dong kan dari ribuan pebasket remaja hanya ada kamu sama dua orang lagi. Cerita dong awalnya ikut di NBA Jr?
Angelica: Awalnya itu tahu dari media sosial kalau ada seleksi untuk ke NBA Jr. Tahun lalu sempat lolos juga ke Shanghai jadi mau nambah teman dan ilmu dari seluruh dunia dan mau jalan-jalan lagi, jadinya langsung daftar lagi. Kebetulan doang pas tahu informasinya.

Nyalanya: Berarti pas mulainya bersaing sama ratusan pebasket lain dari seluruh dunia ya? Ketat enggak sih seleksinya?
Angelica: Awalnya enggak antar pebasket Asia Pasific dulu, tapi seleksi nasional di Jakarta di Universitas Pelita Harapan. Ketat banget persaingannya di sana, semua pebasket menunjukkan kemampuan terbaik dari fisiknya sampai teknis dilihat. Saya main seperti biasa saja, kerja tim harus kompak saja, individu itu penting dalam basket tapi lebih penting lagi kan kerja tim. Terus pas masuk mewakili Indonesia ke seleksi Asia, wah kaget banget lah sekaligus bersyukur pada Tuhan.

Nyalanya: Di seleksi untuk Asia Pasific beratnya dua kali lipat berarti?
Angelica: Sangat. Pesaingnya dari seluruh negara Asia, ada dari Jepang, China, dan lain-lain. Enaknya bisa tukar info dan pengalaman juga berbagi trik sama pemain dari negara lain. Puji Tuhan masuk 20 besar lalu diseleksi jadi 10 besar dan besok tanggal 1 Agustus berangkat ke Jakarta untuk persiapan akhir. Tanggal 6 baru berangkat ke Orlando, Amerika. Di sana bakal tanding sama tim Eropa, Amerika, dan lain-lain. Tambah pengalaman baru yang asyik ini.

Nyalanya: Capaian sekarang ini, maksudnya prestasi, bakal bikin kamu lebih serius di olahraga basket enggak sih?
Angelica: Kalau serius sih dari awal belajar basket sudah sangat serius. Tapi buat saya, sekarang ini sekolah sama pentingnya, lebih penting malah. Jadi apapun yang terjadi selesaikan sekolah dulu. Pesan orang tua dan guru-guru juga begitu.

Nyalanya: Nah pas misalnya ada klub WNBA (federasi basket putri amerika) yang tertarik merekrut kamu agar main dan sekolah di sana bagaimana? Ditolak dong kesempatan ini?
Angelica: Ya sebenarnya kalau ada kesempatan seperti itu… (diam sebentar), sayang juga sih tapi saya lebih memilih selesaikan sekolah dulu. Enggak ada kepikiran buat bolak-balik Amerika juga hehehehe

Nyalanya: Kalau ada PR bagaimana dong pas kamu pergi? Dibebaskan enggak hehehe
Angelica: Wah enggak ada yang namanya bebas PR hahaha soalnya pelajaran dan pekerjaan rumah selama aku pergi dilaporin ke orang tua. Mereka yang bakal bilang ke aku, jadi meski ke Amerika harus tetap mengejar ketinggalan di sekolah. Tapi ini kan harus dijalani ya, mau enggak mau ya harus siap sih meski sekarang lagi fokus buat persiapan ke Orlando.

Nyalanya: Berarti sebelum ke Orlando kamu latihan terus dong? Program latihannya apa saja?
Angelica: Nah kebetulan panitianya di Orlando ada kasih kami program latihan sendiri seperti latihan fisik lari atau kuda-kuda pertahanan, lalu dribbling, dan lain-lain. Saya juga menambah latihan sendiri karena pasti sangat berat di sana nanti kompetisinya.

Nyalanya: Tadi kamu sempat cerita kalau serius latihan basket sejak kecil. Pas umur berapa mulai latihan basket dan kenapa?
Angelica: Kalau umur sudah lupa dari berapa tahun, ingatnya pas masih kecil banget lah karena lihat keluarga pada main basket semua. Jadi minta ajarin basket waktu itu terus masuk klub Mataram Basketball, di sana sangat serius belajar basketnya. Saya boleh terus main basket asal sekolah juga jalan jadi harus bagus dua-duanya.

Nyalanya: Benar enggak sih basket itu olahraga yang mahal?
Angelica: Enggak ah, saya saja pakai sepatu seadanya pas belajar main basket. Sepatu yang saya pakai ya sepatu sekolah juga, dipakai pas les juga, yang penting ada lapangan dan bola. Basket yang penting bukan sepatunya, tapi bagaimana kitanya sendiri sih menurutku yang serius mendalaminya.

Bel masuk kelas berbunyi

Nyalanya: Terakhir sebelum masuk kelas lagi nih, kamu punya tips dan trik enggak buat adik-adik yang lagi serius menekuni olahraga agar bisa bikin prestasi yang sama bahkan melebihi kamu?
Angelica: Apa ya, buatku sih jangan pernah takut saja terus serius dengan apa yang sedang dilakukan. Jangan takut kalah lalu berusaha lagi dalm olahraga. Kalau basket ya serius sambil cari-cari info lain di internet tentang basket atau apapun lah yang ditekunin. Jangan lupa juga terus belajar sama banyak orang, ilmu bisa diambil di mana saja. Itu saja sih. Terima kasih ya sudah main ke sini, kalau waktunya panjang mungkin Nyalanya bisa basket bareng.



Genre:

Tema: