Arti Sesungguhnya Menguras Kolam

Dok.Wikihow

Hari Minggu aku disuruh menguras kolam rumahku. Kolamnya cukup besar tapi kotor sekali. Airnya hijau tapi aku semangat sekali menuruti perintah orang tua. Aku masuk kolam, airnya dingin. Segar sekali. Aku senang sekali. Aku tambah senang karena aku melihat Ikan Nila dan Gabus. Mereka menyelam dan tidak kelihatan karena airnya kotor.

Aku pun mencari-cari Nila dan Gabus itu. Nila sudah dapat lalu aku masukkan ember berisi air. Sisa Gabus yang susah sekali ditangkap. Aku terus mengencir (memburu) Gabus besar itu dengan menyeret-nyeret kaki dan tanganku dalam kolam. Rupanya dia bersembunyi di dalam lumpur. Aku masukkan lagi ke ember.

Pas sudah selesai menguras, aku terkejut karena di dasar kolam banyak udang kecil sampai besar. Aku ambil udang yang besar-besar lalu aku masukkan ke ember juga. Pas sampai rumah, ikannya langsung aku belah. Aku bersihkan isi perutnya itu. Udangnya juga aku bersihkan. Kepalanya aku buang, sisa tubuhnya saja. Aku pun langsung menggoreng udang itu sampai kering dan rasanya enak sekali pas dimakan.

Kalau ikannya biar orang tuaku yang menggorengnya karena besar-besar dan aku tidak tahu bumbunya. Saat pulang, mereka terkejut dari mana aku dapat ikan. Aku bilang saja hasil menguras kolam. Eh orang tuaku malah melotot terus aku dibilangi bahwa maksudnya menguras kolam itu membersihkannya saja, membuang airnya yang kotor,  bukan membersihkan sampai isi-isinya. Tapi ya sudah karena telanjur mau dikata apa lagi.

Rezi
Kelas V SD Tenera



Genre:

Tema: