Ayahku Profesor Es Lilin

Windia Sihombing

Dok.My Milk

Emak jualan manisan dan macam-macam es di rumahku. Ada Teh, Jasjus, Pop Ice, dan Lilin. Tahu enggak Lilin buatan Emakku paling favorit di lidah pelanggan. Tiap malam kami membikin Lilin dan es lainnya. Membuat Lilin itu mudah, yang sulit mengumpulkan niat dan butuh kesabaran tinggi ketika membuatnya. Bayangkan, dalam satu malam kami bisa membuat 150an Lilin. Bagian terakhirnya yang paling sulit di mana harus mengikat kepala pembungkusnya dengan karet.

Tadi malam ayahku membantu mengikatnya. Dia tiba-tiba jadi profesor yang sangat ahli sekali mengikat kepala Lilin itu. Ayah tidak menggunakan karet melainkan tali rafia. Ternyata lebih mudah pakai tali rafia dan pekerjaan yang biasanya butuh waktu berjam-jam jadi sangat cepat.

Ayahku memang hebat bab begini. Sebelumnya dia malah menemukan corong pengisi untuk memasukan air ke dalam plastik pembungkus es lilin yang terbuat dengan peralon kecil. Saat membantu aku dan emak mengikat Lilin, ayah sok memamerkan kejeniusannya sambil tertawa-tawa seperti profesor.

Eh usut demi usut ternyata bukan ayah yang menemukan teknik mengikat kepala pembungkus Lilin dengan rafia atau corong pengisi. Penemunya itu orang lain dan ayah mengetahuinya setelah nonton Youtube. Astaga banget kan, padahal kami sudah senang sekali punya ayah berlabel profesor. Pas ketahuan, ayah malah cekikikan tapi tetap saja gaya profesornya enggak hilang.

Windia
Guru SMA Tenera



Genre:

Tema:
Tags: Es