Bandel-Bandel Begini, Aku Bisa Kuliah di Taiwan

Dok.neimanlab.org

Halo semua. Aku Jemi S.Purba. Namaku bagi anak-anak Tenera dan para guru sudah tidak asing lagi karena semasa sekolah Aku termasuk anak bandel, jahil, pembangkang, dan humoris. Di sekolah tujuanku hanya mencari teman dan menjadi pusat perhatian. Banyak kenakalan yang pernah kuperbuat, tapi sebatas kenakalan wajar anak SMA yang butuh perhatian.

Semasa SMA aku tidak pernah mencicipi minuman keras meski Aku bergaul dengan teman-teman yang bisa dikatakan nakal. Di kelas Aku ini siswa yang biasa-biasa saja. Semangatnya muncul hanya pada pelajaran yang kusukai saja. Bila tidak bisa mengerjakan tugas dari guru, Aku akan mendekati teman yang pintar bahkan mencontek. Aku juga pernah tidak mengerjakan tugas sama sekali.

Namun di balik kebandelan dan kenakalanku, Aku masih bisa membuat prestasi dan mengharumkan sekolah saat bersama tim atau individu. Aku pernah memenangkan perlomban. Aku juga aktif di organisasi seperti Pramuka dan OSIS. Di Pramuka Aku salah satu yang menghidupkan Gugus Depan (Gudep) Pramuka Tenera sampai membentuk Dewan Ambalan hingga banyak lahir Bantara di sekolah. Berorganisasi itu bisa mengubah pola pikir siswa-siswa Tenera.

Dan sekarang Aku akan ke Taiwan. Taiwan itu negara luar negeri. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sampai sekarang juga Aku masih berasa mimpi. Dimulai dari kedatangan Pak Aji Kuncoro, mahasiswa yang melanjutkan studinya ke Taiwan ke Tenera. Aku memberanikan diri bertanya pada saat sesi tanya jawab. Saat bertanya, Pak Aji sepertinya sudah mengetahui bakat seniku yang dibicarakan bersama Bu Opi. Aku curhat tentang bakatku yang di lingkungan Putri Hijau sangat sulit mencari orang yang memiliki apresiasi tinggi terhadap seni.

Dua bulan berlalu ada kabar mengejutkan. Pihak Tenera dan Universitas Dayeh bekerjasama lalu menambah siswanya yang akan berangkat ke Taiwan. Aku sangat senang sampai tidak mendaftar ke mana-mana. Aku hanya fokus di Taiwan. Persiapan pertama yang Aku lakukan adalah les TOEFL selama satu bulan. Di pertengahan les kami dipanggil Ibu Opi untuk menjalani tes yang terdiri tiga bagian yaitu tes mata pelajaran sekolah, psikologi, dan yang terakhir wawancara.

Saat tes wawancara Aku sangat grogi. karena wajib berbahasa Inggris. Tapi grogi itu bisa Aku atasi hingga aku menjawab tipa pertanyaan dengan santai. Tiga Minggu setelah tes keluar pengumuman bahwa Aku lulus. Setelah itu Aku melanjutkan les Bahasa Mandarin dengan Lao Shi Lesti. Pas pertama kali belajar Mandari sangat lucu hingga Aku tertawa beberapa kali. Tapi pas tengah-tengah les makin sulit. Puji Tuhan Aku sudah bisa membaca Mandarin meski hanya dasarnya.

Selesai Mandarin kami melanjutkan les Bahasa Inggris dengan Miss Melda dan dilanjutkan dengan Miss Pito. Sejauh ini banyak rintangan yang Aku hadapi tapi syukurlah Tuhan memberikanku pikiran bodo amat sehingga semua rintangan itu bisa Aku hadapi. Masalah terbesar adalah Aku tidak tahu bagaimana caranya berterima kasih. Sampai saat ini Aku hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan kesehatan pada sahabat, teman, guru, musuhku, keluargaku, dan orang-orang sekelilingku yang selalu memberikan semangat padaku.

Jemi S.Purba
Alumni SMA Tenera



Genre:

Tema: