Bapakku Tukang Bohong di Meja Makan

Namaku Lestari Indah Nainggolan. Aku punya Bapak pembohong. Weits, tunggu dulu. Pembohong di sini bukan sehari-harinya bohong lho ya. Bapakku itu tukang bohong hanya di meja makan saat dia kecil. Dilahirkan dari keluarga tidak mampu di Desa Taguan Galung, Bapakku Lusden Hutabalian, anak ke-3 dari tujuh bersaudara. Di sekolah dia punya panggilan unik, Si Hitam Kopi karena kulitnya gelap. Bapakku tidak pernah marah dipanggil begitu sama teman-temannya.

Doc : Trịnh Thu Hồng (@htsmjle)

Saking miskinnya, Bapaknya Bapakku tidak selalu bisa membeli beras untuk keluarganya. Siang hari keluarga makan Ubi dan Jagung. Malam makan jagung dan ubi. Begitu terus setiap hari. Jumlahnya juga tidak banyak. Setelah pulang sekolah dan ganti baju, Bapakku sering bohong ketika ditanya sudah makan apa belum. Bapakku selalu bilang sudah padahal belum makan. Ubi dan jagung jatah Bapakku diberikan ke adik-adiknya. Bapakku harus menunggu malam untuk mengisi perutnya.

Kalau sudah musim buah jambu di kampung, Bapakku bahagia. Setelah pulang sekolah dia bisa minta jambu yang matang pada pemiliknya lalu memakannya sambil jalan menuju rumah. Dia pun lebih ringan berbohongnya karena perutnya sudah terisi buah jambu. Maklum, zaman Bapakku kecil semuanya serba mahal bagi Bapaknya Bapakku yang hanya seorang buruh tani.

Masalah keuangan tidak hanya datang di meja makan. Saat Ujian Nasional (UN) SD siapa yang mau ikut harus bayar. Bapakku mengumpulkan uang sedikit dari membantu orang memelihara kerbau dan ayam. Bapaknya Bapakku juga tidak menyerah membantu dengan membuka tempat urut. Tapi perjuangan mereka terhenti saat Bapakku kelas 2 SMP. Bapakku harus berhenti sekolah karena kebutuhannya semakin mahal.

Lestari Indah Nainggolan
SMA Tenera



Genre:

Tema: