Berantas Mafia Bola dengan Kekuatan Super

Ilustrasi Mafia Bola (Kokoh Praba)
Ilustrasi Mafia Bola (Kokoh Praba)

Andai punya kekuatan superhero akan aku berantas para mafia di Indonesia. Permasalah sepak di Indonesia bukan cuma kualitas pemain, pelatih, atau lapangan saja tapi juga para mafia yang masih banyak keliaran. Jumlahnya masih banyak. Mereka bebas mengatur skor, suap menyuap, sampai kasus AFF 2010 yang masih diperkarakan sampai sekarang. Masalah yang terus datang jarang pergi itu bikin sepak Indonesia jalan di tempat.

Apa yang terjadi di sepak Indonesia ini pernah dialami Inggris 50-100 tahun lalu. Sepak di sana kacau banget. Para mafia bebas melakukan apapun di tengah kerusuhan antarsuporter dan munculnya tim siluman. Contohnya tahun 1915, skandal dalam pertandingan Liverpool melawan Manchester United.

Saat itu MU menang 2-0 lalu selamat dari degradase. Tapi banyak momen mencurigakan dalam pertandingan, salah satunya saat tendangan Fred Pagnam (Liverpool) nyaris membobol gawang MU. Para pemain Liverpool malah marah sama Pragnam. Peristiwa itu diselidiki Federasi Sepak Inggris (FA). Mereka menemukan tujuh pemain dari kedua tim terlibat pengaturan skor yang bekerjasama dengan perusahan judi.

Mereka adalah Sandy Turnbull, Arthur Whalley dan Enoch West dari MU, serta Jackie Sheldon, Tom Miller, Bob Pursell dan Thomas Fairfoul dari Liverpool. Mereka dihukum larangan bermain seumur hidup.

Ada harapan setelah pergantian Ketua PSSI. Semoga bisa membawa nama baik sepak Indonesia ke kancah dunia. Seandainya aku punya kekuatan membunuh tanpa menyentuh akan aku bantu untuk memberantas para mafia di Indonesia.

M.D. Fadli
SMA Tenera



Genre:

Tema: