Calsey Tory, Drummer Cewek Juara Festival Drum Internasional Asal Indonesia

Remaja 18 tahun asal Yogyakarta, , bikin heboh dunia setelah menjadi juara festival drum internasional Hit Like A Girl 2018. Dari ribuan drummer yang ikut serta dalam turnamen drum dan perkusi internasional via online itu, Calsey menjadi yang terbaik di kategori 18 tahun.

Nah gara-gara prestasi ini drummer asyik ini diundang ke festival PASIC di Indiana, Amerika Serikat, November 2018 nanti. Perempuan kelahiran California 16 Februari 2000 ini bakal main drummer top dunia di festival itu.

Sebelum berangkat ke Amerika, Nyalanya ngebajak cerita banyak soal festival dan awal ketertarikannya bermain drum. Berikut petikan ngobrol santai bareng Kak Calsey.

Halo Calsey, selamat ya sudah jadi juara Hit Like A Girl 2018. Gimana sih awal mulanya kamu ikut kompetisi drum itu?
Terima kasih ya, ini seperti mimpi. Masih enggak percaya sebenarnya bisa menang di kompetisi itu. Masih shock ini aku. Awalnya sih memang kompetisi internasional itu ada tiap tahun dan aku sudah niat ikut tahun ini. Aku bikin video cover drum dari Kaz Rodriguez judulnya “Gaia”. Aku kirim saja ke kompetisi itu. Gitu ceritanya.

Terus yang bikin masih enggak percaya itu apa dong?
Ya enggak percaya aja soalnya yang menilai kan para drummer cewek yang selama ini aku idolakan. Ada Senri Kawaguchi contohnya, wah aku ngefans banget. Terus pesertanya ribuan, dari regional China saja sampai 700-an. Ak menyisihkan mereka jadi juara. Shock banget deh sampai sekarang..masih enggak percaya

Apa sih yang terjadi waktu pertama kali kamu dikasih tahu jadi juara sama para juri?
Hahaha..ini ada ceritanya sebenarnya. Aku dikasih tahu lewat telepon. Awalnya aku diberi tahu kalau akan ditelepon panitia yang mau wawancara karyaku jam 4 atau 5 subuh. Jadi aku bangun sebelum jam 4. Dengan mata masih kriyip aku tungguin lama banget terus akhirnya ditelepon dan kagetlah karena yang menghubungi para juri kasih tahu aku juaranya. Ingin teriak gitu tapi masih menahan diri hehehe

Pukulan drum kamu penuh saat cover lagu itu dan feellingnya juga asyik. Memang pantas kok jadi juara. Kalau boleh tahu berapa lama sih menyiapkan diri ikut kompetisi itu? Eh hadiahnya apa sih?
Wah thank you. Aku ngulik pukulan untuk lagu cover itu dua bulan. Awalnya aku dengerin terus lagunya lalu cari referensi di Youtube, kan banyak yang sudah cover lagu itu. Tapi hanya untuk referensi saja. Terus aku nyari yang pukulannya pas, sesuai feelling saja. Hadiahnya drum set, aku bebas pilih. Tapi masih bingung nih milih apa.

Terus yang soal undangan PASIC apakah karena kamu jadi juara itu?
Mungkin salah satunya itu. Katanya panitia yang akan menanggung akomodasinya ke Indiana. Kudu berangkat sih soalnya bisa ketemu dan main sama drummer keren dunia. Enggak sabar pokoknya. Sekarang lagi menyiapkan diri buat ke sana, latihan terus.

Sejak kapan sih kamu main drum dan kenapa pilih instrumen drum?
Awalnya aku malah milih sepakbola. Tapi pas umur 10 aku ikut drumband jadi dari sana ketertarikannya. Kok asyik ya main drum. Gitu doang sih, belajarnya awalnya di Gilang Ramadan Studio terus pindah-pindah. Di mana dan siapa saja pokoknya belajar.
(Gandi, pelaku musik di Yogyakarta yang menemani Calsey menambahkan kalau sejak kecil bakatnya sudah terlihat. Calsey bahkan sudah pernah mengiringi band punk Yogya Something Wrong dan kerap jadi pilihan utama band Captain Jack ketika drummer utama mereka berhalangan)

Dengan prestasi yang sudah diraih sekarang ini, kamu ada rencana rekaman atau memantapkan diri di musik? Apa rencana terdekat kamu sekarang?
Sekarang rencana terdekat mau kuliah. Rencananya di Amerika karena Kakakku juga kuliah di sana. Buatku pendidikan tetap nomor satu. Untuk karier aku masih belum tahu apakah mau bikin album di sana atau gimana. Tapi kalau untuk karier sepertinya lebih menjanjikan di sana. Mau kuliah dulu saja.

Terakhir nih, kamu mau cover drum lagu siapa lagi? Kalau belum kami mau kasih tantangan nih. Boleh enggak?
Boleh dong, kemarin dikasih tantangan sama Mas Gandi cover lagunya Halloween juga sih.

Aku mau kasih tantangan cover lagunya Tokyo Jihen, band Jepang. Oke enggak?
Boleh boleh..



Genre:

Tema: