Celoteh Kids Zaman Now di Kelasku yang Haha Banget

Kids
Dok.Deccanchronicle

Hal paling menyenangkan setelah liburan adalah bertemu murid-muridku di kelas 2 B Tenera lalu mendengar kisah mereka selama tanggal merah. Liburan ke mana saja, ngapain, bersama siapa, naik apa, bagaimana perasaannya, semua aku tanyakan. Sontak suasana kelas menjadi riuh. Anak-anak berebut bercerita pengalaman mereka masing-masing.

Sesaat aku seperti sedang berada di pusaran badai. Anak-anak berputar-putar mengelilingiku dengan suara riuh. Kepala mereka bergantian bermunculan. Mata mereka melotot di depan mukaku. Mulut mereka pada monyong saat bercerita. Bagai terhipnotis bola mataku ikut
berputar-putar lalu mendadak bumi yang kupijak miring. Aku pun oleng.

Ah aku dicueki anak-anak pas oleng. Mereka masih bercerita tapi sekarang tidak ke arahku melainkan asyik cerita bersama teman sebangkunya. Sepertinya liburan mereka memang seru dan menyenangkan seolah dunia ini memang milik anak-anak menggemaskan ini. Lha bagaimana tidak, IBu Gurunya saja saat ini dicuekin.

“Haaaiii…” panggilku untuk mengumpulkan konsentrasi anak-anak kembali.
“Hallooo” jawab mereka lalu duduk rapi menghadap ke arahku.
“Siapa yang liburannya naik motor?” pancingku.
“Saya Bu saya Bu,” serentak beberapa anak mengacungkan jari.
“Saya Bu naik motor sama Bapak sama Mamak,” teriak Evan.
“Saya Bu naik motor sama Bapak ke pantai,” sambung Riyan juga.

Anak-anak yang tidak menjawab langsung mengubah posisi duduknya ke arah teman sebangkunya. Bu Guru kembali diacuhkan.

“Siapa yang liburannya jalan-jalan naik mobil?,” pancingku lagi.
“Saya Bu, saya Bu,” serentak beberapa mengacung kembali.
“Saya Bu saya naik mobil travel ke rumah Mbah sama Bapak dan Mamak!” seru Laila.
“Aku loh naik mobil sendiri,” jawab Julvian pamer.
“Wah hebat ya, Julvian punya mobil sendiri,” pujiku.

“Siapa lagi yang punya mobil sendiri?” tanyaku lagi.
“Safa, Bu,” jawab anak-anak serentak.
“Aku, aku punya mobil dua,” kata Felix tak mau kalah sambil mengacungkan dua jarinya ke atas. Tapi yang dipakai untuk jalan-jalan tetap saja satu kan, pikirku.

Tampaknya anak-anak memang suka pamer, banyak anak yang mengacungkan jari menjawab bahwa mereka punya dua mobil di rumah masing-masing dengan gestur yang lucu, jadi kunikmati saja suasana saat itu hehehe.

“Hazel, Bu. Hazel punya mobil baru,” kata Hani yang duduk di depan Hazel. Hazel hanya senyum-senyum sendiri.
“Hazel tu pinjam, Bu. Itu bukan mobil dia,” sanggah Rafa.

Sontak aku kaget. Apa iya? Setahuku Bapak Hazel memang beli mobil baru. Ada dua mobil terparkir di depan rumahnya. Aku pun bertanya lagi ke anak-anak tentang mobil Hazel. Rafa semangat menjawab. Kata Rafa mobil Hazel itu punya Fandy, salah seorang teman mereka. Hazel terdiam, mukanya jadi sedih dan matanya berkaca-kaca.

“Enggak kok, Bu.Itu mobilku. Mobilku Ras,” jawab Hazel dengan wajah sedih.

Mungkin maksud Hazel itu merek mobilnya Rush, setahuku mobil Fandy itu Terios. Kulirik Rafa yang sedang senyum-senyum sendiri. Aku jadi geli melihat tingkah anak-anak ini. Aku kembali bertanya siapa lagi di antara mereka yang punya dua mobil. Lagi-lagi, Rafa jadi murid pertama yang menjawab. Kali ini jawabannya juga asal-asalan.

“Farel Bu,” Teriak Rafa memprovokasi suasana kelas.

Farel berdiri menghadap kearah Rafa. “Enak saja mobilku ada dua. Mobilku tiga!!” serunya.

Glek..!! Bukan main… punya tiga mobil. Aku saja sebiji bautnya tak punya. “Wah Farel, boleh dong ya, nanti antar Ibu Guru jalan-jalan ke Muring beli bakso,” godaku.

“Bilang sama Papa aja, Bu. Yang punya mobil kan Papa. Aku juga cuma numpang saja kok, Bu,” jawab Farel yang disambut tawa teman-temannya.

Huhuu… zaman now memang pintar ngeles ya, letihku langsung hilang jadinya hahaha.

Yosi
Guru Tenera



Genre:

Tema: