Celoteh Nakal Adikku Saat Mati Lampu

Dok.altphotos

Namaku Ofel Angelina kelas XI IPS SMA Tenera. Aku mau berbagi kisah tentang kekonyolan ku yang membuat orang tua panik setengah mati. Adikku bernama Og.inie, dia duduk di kelas VII SMP. Sudah lumayan besar tapi kekonyolannya enggak berubah dari kecil. Nah, Peristiwa yang bikin Papaku panas dingin itu terjadi saat bulan Ramadan kemarin.

Waktu bulan Ramadan kemarin keluargaku tidak berpuasa karena beragama kristen sedangkan di lingkungan kami rata-rata puasa. Hampir setiap subuh kami terbangun karena mencium aroma masakan sahur tetangga. Aroma masakannya wangi dan bikin kami ikut lapar juga. Nah di hari itu komplek kami mati lampu sejak sore. Para tetangga pada ke warung mencari lilin sedangkan aku dan Papa santai saja di teras depan rumah melihat para tetangga.

Ternyata kami salah perhitungan, mati lampunya lama. Jam sembilan malam belum hidup juga jadi kami tidur saja biar cepat pagi.

“Oseng..sreng..sreng..tttttt,”

Aku terbangun dari tidurku karena mendengar tetanggaku masak di kuali. Seperti biasa, wangi sekali aromanya. Rupanya ku pun ikut terbangun lalu memanggil nama kami terus, dia panik. Kami tidak bisa melihatnya karena suasananya gelap hanya bisa mendengar suaranya saja karena lampu belum nyala juga meski sudah subuh.

“Kak, ayah, aku buta. Aku buta,” teriaknya berulang kali.

Ayah dan Mamak yang juga terbangun karena suaranya. Aku mengambil HP lalu menyalakan senter lampu dan mengarahkannya ke arah suara.

“Eh, ternyata hanya gelap karena mati lampu, pantas mataku tidak bisa melihat dan mataku seperti orang buta,” katanya lalu tertawa setelah cahaya senterku menyerang wajahnya.

Kami pun tertawa mendengar jawaban ku. Tapi setelah itu ayah tidak tidur lagi, dia duduk sambil mengelus-elus dada. Entah bersyukur atau menahan emosi karena jawaban ku itu. Tidak tahu.

Ofel Angelina
SMA Tenera



Genre:

Tema: