Cerita Horor Siang Bolong

Hari itu Aku pergi ke kota menjemput Adikku. Sebentar lagi pesawatnya mendarat. Dia datang dari tempat yang semuanya serba manis. Makanannya. orang-orangnya. Manis semua, katanya. Sebab sampai setua ini aku belum pernah tahu kebenarannya. Hanya dari gambar saja. Sebabnya karena uang yang belum bisa diatur.

Dok.bluemountainsmysterytours.com.au

Hari itu tanggal 29 Desember 2018. Jelang pergantian tahun. pasti ramai dong, ya iyalah. Enggak ganti tahun juga rame kaleee, namanya juga kota. Tapi tiap orang yang datang ke sini pasti beda tujuan dan momen. Banyak orang yang setelah bekerjakeras ingin ke kota walau hanya lihat-lihat saja. Aku dan Adikku begitu juga, mumpung di kota ya menginap saja sekalian.

Tapi momen pergantian tahun ini agaknya menyentuh akal pemilik penginapan yang langsung menaikkan harga. Horor pula peraturannya.

Saat kami sampai di penginapan. Om yang punya bilang mulai 30 Desember 2018 tarif penginapan naik dua kali lipat. Tarif lama berlaku sampai jam 12 siang. Lewat dari jam itu tarif baru mulai berlaku. Setelah istirahat satu malam, paginya kami seperti pebalap F1. Semua dilakukan serba cepat. Bangun pagi lalu cepat-cepat mandi. Setelah itu beres-beres lalu langsung pulang, takut jarum jam ngebut menghampiri angka 12. Bisa bingung nanti bayarnya hahaha…

Padahal tidak sejahat itu juga kali Om yang punya penginapannya. Tapi karena cuma menumpang jadi kami tahu duit, eh tau diri deng. Karena keadaan serba pas-pasan ini liburanku jadi berkesan. Punya uang pas-pasan ternyata lebih seru. Tapi sebenarnya ini bukan tentang uang atau Si Om penginapan. Tapi tentang jam 12 di penginapan.

Banyak orang bilang jam 12 malam itu horor, yang bilang begitu pasti belum pernah berada di posisi seseram kami di mana harus cepat-cepat pergi dari penginapan sebelum jam 12 siang datang. Kalau telat, wah bisa dihisap Vampir ini dompet karena harus bayar dua kali lipat.

Jadi lebih horor mana, jam 12 malam atau siang?

Dhika Lily Suryani
PAUD Tenera



Genre:

Tema: