Disuruh Gambar Sama Ibu Opi, Aku yang Penting Pasrah

Dokumen Hello-pet

Haaaaay guys…. Apa kabar kalian saat membaca cerita ini?. Aku harap dalam keadaan sehat, bahagia, dan tanpa kurang suatu apapun. Aaaaaamin…

Kenalin nih, namaku Anik Febriyanti. Aku lahir di 7 Februari 1994, sekarang sudah 24 tahun. Aku sering dipanggil Anik Itam karena aku memang hitam. Tapi jangan salah, biar hitam aku ini maniys lho, Hehehe. Aku adalah salah satu guru di Tenera dan taraaaaaa..akhirnya aku duberikan diberikan kesempatan mengikuti pelatihan guru yang baik untuk Tenera. Materi disampaikan langsung oleh Ibu Ketua Yayasan Tenera, yaitu Ibu Opi.

Hari pertama mengikuti pelatihan, aku kira cuma satu atau dua hari saja, eh enggak tahunya sampai empat hari guys. Lama banget piikirku, tapi menyenangkan sekali. Ada tujuh orang lagi rekanku yang ikut pelatihan. Semuanya ganteng dan cantik, cuma aku satu-satunya perempuan yang paling manis. Pemateri yang enggak cuma ganteng dan cantik, tapi juga pintar bikin kami semangat mengikuti pelatihan (ini jujur lho).

Hari pertama lewat. Tapi ada hal yang entah ini menarik atau apalah, tapi jujur aku awaknya menggerutu. Sebelum pulang di hari pertama, Ibu Opi memberi tugas menggambar dan membuat program bertema “Tenera Lebih Baik”. Enggak tahu kenapa dari dulu aku sangat sensiftif kalau disuruh beginian, tapi ya aku laksanakan juga dengan optimis.

Jreeeng..hari ke-2 telah tiba. Sekitar jam 7 pagi aku sudah di dalam ruangan menghadapi karton, spidol, dan krayon. Bingung mau ngapain. Dari SD yang namanya tugas menggambar aku enggak pernah selesai. Selalu melambaikan tangan ke guru, tanda menyerah sudah. Tapi guys, dengan semangat yang tinggi, aku akhirnya berhasil menyelesaikan tugas menggambar, DENGAN TIDAK RAPI, Hahahaha.

Di lain sisi, tugas itu ternyata sangat menarik karena aku menjadi paham bahwa orang berusaha itu akan mendapatkan hasil yang baik. Setidaknya aku bisa dan sudah berjuang menggambar. Setelah tugas itu sepertinya aku tidak akan menggerutu lagi kalau disuruh menggambar karena ternyata setelah aku berusaha ternyata bisa kok walau tidak maksimal. Kan yang penting pasrah, Hahaha..

Anik Febriyanti
Guru di Tenera



Genre:

Tema: