K-pop Musik Akhir Zaman?

Diana Pangastuti

Dok.Wikihow

Bagiku mendengarkan musik serupa terapi healing. Musik juga serupa teman yang menguatkan sekaligus mengusir kesepianku.

Ada satu genre musik yang aku sukai secara diam-diam: K-pop. Banyak orang di sekitarku yang mencibir. Aku tidak peduli karena saat mendengarkan musik tersebut aku merasa hidup dan lebih bersemangat. Namun. ada suatu peristiwa yang membuatku menyembunyikan musik favoritku itu. Bisa dibilang aku mencintai musik ini dalam diam.

Orangtuaku tidak menyukai musik K-pop. Mungkin, mereka tidak mengerti atau karena citra K-Pop yang banyak dicap alay, entahlah.  Yang pasti K-pop sangat mewakiliku.

Waktu itu aku memutar lagu “Not Today” dari BTS, boyband ternama asal Korea Selatan, dengan keras. Tiba-tiba ibu masuk ke kamarku lalu nyiyir. Dia bilang lagu yang aku dengar buruk sekaligus tidak enak didengar. Bikin pusing kepala kata ibu dengan logat Jawa-nya yang medok.

Lentingan suara ibu membuyarkan kenikmatan lagu itu. Tanganku yang sedang menggenggam handphone segera menekan tombol setop di layar. “Ini lagu sedang tren Bu, lagu anak muda zaman sekarang,” jawabku dengan nada sedikit sombong. Ibuku langsung menjawab dengan muka sedikit kesal dibarengi tatapan sinis.

“Memang ya anak muda zaman sekarang, suka sekali mendengarkan musik akhir zaman seperti itu,” jawab ibu ketus.

Aku tertegun. Musik akhir zaman, katanya. Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya maksud dari perkataan ibu. Lagu yang aku dengar dituduh musik akhir zaman. Bukankah mendengarkan musik bernuansa klenik lebih berbahaya daripada K-pop? Namun sejak peristiwa itu aku tidak pernah mendengarkan K-pop terang-terangan apalagi di depan orangtua.



Genre: Nonfiksi

Tema: Musik