Kalimat Sakti Ello

F.Tamangger

Dok Wikihow

Hari itu keringat membasahi punggungku di belakang panggung. Di depan panggung sudah banyak orang yang menunggu kami memainkan tari Uning-uningan. Wajahku terlihat pucat di cermin tangan. Teman saya, Ello, menenangkan. Dia menyuruh saya ambil napas panjang.

“Kita bisa, harus percaya diri. Kita kan rame, jadi jangan takut,” kata Ello.

Saat nama kami dipanggil, aku naik panggung dengan sedikit rasa gemetar. Aku berbaris dan aku mengingat kata-kata Ello tadi.

Manggung itu aneh. Sebelum tampil gugupnya bukan main tetapi setelah beberapa menit di atas, wah enak sekali rasanya. Kami diberi tepuk tangan meriah di akhir pertunjukkan. Terima kasih Ello.

Saya makin percaya diri saat acara Agricinal Pelangiku sampai di hari kedua. Aku bersama Falco bertugas jaga stand kelas di hari kedua. Kami menjual pupuk kompos dan memamerkan hasil kreativitas teman-teman. Ada membuat miniatur sapi dari bubur kertas, kapal, dan lain sebagainya.

Banyak yang beli pupuk kompos kami dan memuji karya teman-teman. Senang rasanya mendengar banyak pujian. Dan ketika itu ada orang Belanda yang lihat-lihat. Dia memberi pertanyaan pada kami dan yang bisa jawab dapat hadiah. Dia bertanya ke kami apa bendera bangsa Belanda. Aku tidak tahu jadi tidak jawab, diam saja sambil kembali mengingat kata-kata Ello.



Genre: Nonfiksi

Tema: Agricinal Pelangiku