Kami Dididik untuk Merdeka

Grecia L.S

Aku tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga yang penuh cinTa. Orangtua dan adik-adik menjalankan perannya dengan baik. Bapak menjalankan tugas sebagai kepala rumah tangga sesuai porsinya. Mamak pun demikian. Adik-adik, meski tidak selalu akur tetapi saling menyayangi dan aku sebagai kakak juga menjalankan peranku untuk mereka.

Orangtua mendidik kami cukup keras. Dahulu, aku sempat melihat mereka sebagai orang jahat karena keras terhadap kami. Namun, hari ini, seiring bertambahnya waktu dan usia, aku justru senang dengan gaya mendidik yang seperti itu.

Aku tumbuh menjadi anak yang kuat, tegas, dan pemberani. Bahkan aku cukup pintar karena dahulu dituntut rajin belajar setiap hari. Andai mereka tidak mendidik dengan keras, barangkali saat ini aku menjadi anak manja yang bodoh.

Semua hal yang melekat padaku sekarang ini adalah hasil didikan bapak dan mamak. Memang tidak semua baik tetapi aku terima dengan senang hati. Itulah cinta kasih orangtua, di mana kita mula-mula menganggapnya sebagai kekangan atau tuduhan-tuduhan lainnya.

Apa yang mereka lakukan terhadap kami membuatku sadar tentang artinya bahagia dan kerja keras. Aku tidak boleh menyiakan jerih payah mereka, kerja keras bapak mamak dalam membesarkan lalu mendidik kami. Aku harus bahagia karena orangtua akan memancarkan cahaya ketika mengetahui anaknya selalu bahagia.

Mereka tidak menuntut kami menjadi orang kaya, bekerja di perusahaan ternama, menjadi dokter, polisi, tentara, atau profesi lain yang hebat-hebat. Mereka membebaskan kami menjadi apa saja agar aku bahagia. Dan aku akan bekerja keras untuk mengubah mimpiku menjadi nyata.



Genre: Nonfiksi

Tema: Keluarga