Karena Musik Serupa Balsem

Lili Maryani

Dok.Wikihow

Musik adalah kebutuhan ekspresi manusia. Pemilihan jenis musik mengungkap kepribadian seseorang, termasuk alam bawah sadar. Musik juga mampu mempengaruhi emosi seseorang.

Ditinjau dari aspek lainnya, musik memicu munculnya beberapa zat kimia yang berperan penting untuk kesehatan otak dan mental. Zat tersebut meliputi dopamin (memicu rasa bahagia), kortisol (pereduksi stres), serotonin (proteksi imun tubuh), dan oksitosin (peningkat kemampuan interaksi dengan orang lain).

Sebagai seorang guru saya sangat menyukai musik terutama dangdut. Sulit rasanya menolak goyang saat irama gendang dan suling berkumandang. Musik kadang mengubah mood saya, mulanya jelek tetapi saat mendengar musik jadi bahagia. Jenuh lenyap seketika.

Saat hati sedang patah, musik bisa mewakili perasaan muram bahkan serupa balsem yang menghangatkan. Bukan saya menuhankan musik tetapi begitulah adanya.

Di sisi lain, musik adalah sarana hiburan, rekreasi, dan pendidikan. Saya pernah menyelipkan musik dalam media pembelajaran di kelas. Hal itu saya lakukan untuk mengimbangi kebutuhan peserta didik. Terkadang dengan musik peserta didik saya lebih rileks.

Musik memang bagus untuk kesehatan tapi jangan terlalu lama mendengarkannya karena mungkin kita bakal tenggelam dalam perasaan sendiri yang akan melahirkan dampak negatif seperti lupa akan kewajiban.

Yang pasti musik adalah medium berbagi rasa sekaligus mengungkapkan perasaan luas nan dalam yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Tanpa musik hidup serasa monoton, sepi, dan tak berarti.



Genre: Nonfiksi

Tema: Musik