Kisah Sial Mamaku Saat Sekolah

Waktu kecil Mamaku tinggal di desa. Setiap hari Mamaku pergi sekolah jalan kaki. Pernah suatu kali di tengah jalan Mamaku kehujanan. Mama berlari kencang sekali terus jatuh tersandung batu. Baju sekolahnya basah dan kotor karena jatuh di lumpur. Karena jarak ke rumah sudah jauh, Mamaku pergi ke rumah temannya untuk meminjam baju sekolah. Teman Mamaku itu anak orang kaya, jadi punya baju banyak dan Mamaku dipinjami.

Istimewa

Mamaku dan temannya berangkat sekolah sama-sama. Sampai di sekolah bel masuk kelas sudah bunyi. “Alamak!” seru Mamaku karena jawaban PR matematikanya salah ketika dicocokan dengan temannya. Bakal dihukum guru Mamaku karena jawaban PR salah apalagi Bapak Gurunya galak sekali. Sering main pukul. Tapi Mamaku tidak panik. Dia santai saja. Mama pun dihukum guru gara-gara jawaban PR salah.

Pak Guru mengeluarkan penggaris lalu dari tasnya lalu memukul tangan Mamaku.

“Enggak sakit…enggak sakit….” ejek Mama ke Pak Guru.

Mendengar ejekan Mamaku, Pak Guru emosi lalu memukul Mamaku lagi dengan penggarisnya. Mama malah tertawa.

“Enggak sakit…enggak sakit…,” ejek Mamaku lagi.

Teman-teman Mamaku menertawai Pak Guru yang mukanya kelihatan malu. Saat Pak Guru mau marah-marah, criing…bel istirahat berbunyi. Selamatlah Mamaku dari amukkan Pak Guru yang matanya sudah mau lepas dari kepalanya itu.

Hari berikutnya cuaca cerah. Mamaku pun dengan santai jalan kaki ke sekolah. Tapi Mama cemberut karena jembatan yang biasanya dilewati ke sekolah ambruk. Mama harus memutar jalan melewati rumah Pak Kumis yang punya anjing galak. Tidak ada pilihan lain bagi Mamaku. Mamaku gugup bukan main saat mendekati rumah Pak Kumis. Mama mengendap-endap berharap anjing Pak Kumis yang sedang tidur di depan pagar rumah tidak bangun.

“Krak!!” Mamaku menginjak kayu lapuk tepat di depan pagar Pak Kumis.

Anjing galak itu bangun lalu Mamaku berlari sekencang-kencangnya. Anjing Pak Kumis mengejar Mamaku sampai pertigaan jalan yang dekat dengan sekolah. Mamaku sembunyi di rumah orang. Pas merasa aman, Mamaku melanjutkan jalan tapi ternyata Anjing itu menemukan Mama lalu menggongong. Mamaku langsung lari lagi meninggalkan Anjing yang tertinggal di belakang sampai ke sekolah.

Risda



Genre:

Tema: