Lari 5 Putaran Gara-Gara Gagal Mengakali Guru Olahraga

Dok.Mommainflipflops

“Mamak!!,” jeritku.

“Enggak usah pakai jerit napa Nisa, Mamakmu ini belum budek,” marah Mamak sama aku.

“Mana baju ku?,” tanyaku ke Mamak.

“Sudah kau cuci belum bajumu itu?,” jawab Mamakku sayang.

“Yaaa..Mamak, mana sempat aku mencucinya. Kan Mamak tahu aku punya jadwal padat setiap hari. Penuh sudah tiap hari,” jawabku ngeles.

“Jawabanmu kayak selebritis saja yang jadwalnya penuh sampai enggak bisa bernapas lagi,” balas Mamak.

“Minggu lalu aku kan enggak di rumah Mak. Setiap hari ke sekolah, ya nonton turnamen lah, eskul lah, buat tugas sama teman lah, mana sempat aku mencuci baju,”

Dengan sedikit kesal Mamak lalu menasihatiku. Kata Mamak aku ini sudah besar jadi seharusnya sudah bisa mengatur waktuku sendiri. Seperti berapa lama nonton TV, belajar, bersih-bersih, dan bermain bersama teman. “Apa kau nunggu pisah dari Mamakmu baru kau mencobanya?” tutup Mamak.

“Iya Mamakku sayang. Sekarang mana baju Nisa? Mau dipakai di pelajaran besok, nanti kalau tidak bakal dihukum sama Pak Wiwin Mak,” kataku.

“Maaf ya Nisa, bajumu enggak Mamak cuci. Mamak enggak mau kamu keterusan menjadi orang yang tidak bisa mengatur waktu. Minta maaflah sama gurumu, ceritakan yang sebenarnya,” jawab Mamak.

Pak Wiwin adalah Guru Olahraga di SMP Tenera. Aku takut sekali kalai sampai dihukum gara-gara tidak memakai baju ku. Jawaban Mamak seketika membuatku ingin menangis.Langsung kucari baju ku. Aku ingat-ingat di mana aku melemparnya di dalam kamar. Akhirnya aku menemukannya juga. Sudah kotor dan kumal. Bau pula. Tidak mungkin aku memakainya. Apa kata dunia, seorang Nisa memakai baju kusut begini.

Aku tak kehabisan akal. Aku cari saja kain yang senada dengan warna baju ku. Pasti tidak akan ketahuan karena aku akan dempet-dempet ke teman-teman pas jam pelajaran . Tapi, ternyata aku salah besar.

Pagi hari saat di sekolah..

“Sebelum mulai, kalian lakukan pemanasan terlebih dulu,” perintah Pak Wiwin membuka pelajaran .

Aku pun langsung pemanasan bersama teman-temanku. Aku berdiri di belakang teman-temanku yang tubuhnya lebih besar agar tidak kelihatan Pak Wiwin. Tapi, mata guru itu ternyata tajam. “Yang berbeda warna (bajunya) silahkan menambah lari lima lingkaran,” tegas Pak Wiwin.

Aku lemas membayangkan setelah pemanasan harus lari lima keliling lapangan sekolah. Belum lagi membayangkan wajah-wajah kawan-kawanku dan celotehan jahil mereka melihat aku dihukum. Duh, sial, sial, gagal mengakali pelajaran . Hiks..

“Nisa”
SMP Tenera



Genre:

Tema: