Liburan Sekolahku: Terjebak Banjir, Jualan Kue, dan Cari Sinyal HP ke Bukit

Istimewa

Setelah pembagian rapor aku dan teman-teman kena sial. Di tengah perjalanan pulang ke rumah kami kehujanan. Lalu kami tidak bisa lewat jembatan karena meluapnya air sungai di bawahnya alias banjir. Padahal jembatan itu satu-satunya jalan menuju ke rumah. Jadilah kami menunggu sampai malam sekali saat jembatan itu bisa digunakan. Tapi hujan masih turun sedikit.

Sampai di rumah berarti mulailah waktu ku. Aku di rumah saja sama keluarga, tidak pulang ke kampung halaman seperti banyak teman lainnya. Gara-gara di rumah terus ada tetangga yang memujiku. “Eh kamu kok jadi putihan,” kata tetanggaku. Ah mana ada putih, yang ada aku tambah dekil begini, tapi enggak apa-apa deh soalnya kan jarang dipuji .

Selama aku banyak melakukan hal berguna, salah satunya bikin kue terus aku jual. Banyak sih untungnya tapi uangnya kami pakai lagi beli belanjaan hahaha kapan banyak duitnya kalau begini terus?.

Kalau enggak bikin kue, aku main HP saja di rumah atau cerita-cerita sama keluarga. Sayangnya di sini sinyalnya enggak normal. Harus panjat genteng atau naik bukit kalau mau dapat sinyal. Pas kangen teman-teman atau mau kirim pesan ke mereka aku harus ke bukit dulu atau ke atas genteng hahahaha. Liburanku memang tidak seperti anak-anak yang banyak duit tapi aku suka sekali. Iya suka karena masuk nya masih lama hehehe.

Dini Sari Melati
SMA Tenera



Genre:

Tema: