Makan bareng Ayam lalu Mandi bersama Buaya Air

Juliyan

Dok.Wikihow

Saat sedang enak-enaknya tidur saya dibangunkan mamak lalu disuruh beli gula di warung. Saya bangkit lalu berangkat ke warung sambil menahan kantuk. Sampai warung malah penjualnya tidak ada terus saya putar balik saja. Saya bilang ke mamak penjualnya tidak ada.

Sebenarnya ingin sekali melanjutkan mimpi indah siang bolong tetapi tidak bisa disambung sesuka hati. Malah kantuk hilang sehingga saya mandi saja. Setelah itu saya naik ke loteng mencari sinyal HP kemudian main game. Saya main sampai jam empat sore lalu melaksanakan tugas lainnya: Memberi makan ayam.

Saya sekalian saja makan sama ayam karena sejak siang perut berlum terisi. Ayam makan saya juga makan. Kami makan bersama selama setengah jam sambil ngobrol ke sana-sini. Entah dia paham atau tidak. Habis makan saya pamit ke mamak untuk mandi ke sungai. Mandi di sungai itu feeling-nya beda, selalu seru apalagi saya ditemani Surya, teman berjuluk Sang Buaya Air.

Julukan buaya air memang pantas untuk Surya. Dia senang menyelam lalu muncul tiba-tiba, seperti buaya. Kami mandi sampai jam delapan malam. Kulit jari tangan dan kaki kami sampai mengerut. Kalau tidak mengerut mungkin kami mandi berenang sampai tengah malam. Sekian cerita saya, mohon maaf dan ampun pada Tuhan Yang Maha Esa bila ada salah kata dan kalimat.



Genre: Nonfiksi

Tema: Liburan