Mamak Sayang, Makanya Naomi Dimarahi

Naomi Rindu Vidia

Dimarahi
Dok.Istimewa

Hai, namaku Naomi, kelas V SD. Aku akan bercerita tentang kejadian yang membuatku makin sayang sama Mamak.

Suatu subuh Aku dibangunkan Mamak dengan suara keras. Tapi Aku tidak langsung bangun, malah pura-pura tidak dengar. Mama kembali membangunkan dengan menggerakkan tubuhku di kasur.

“Iya Mak, Iya Mak,” jawab Aku yang kembali menarik selimut.

Mamak sepertinya kesal. Dengan suara keras Mamak kembali masuk ke kamarku dan membangunkan dengan suara yang lebih keras. Katanya kalau bangun terlambat Aku akan ditinggal Truk Sekolah. Aku takut lalu langsung bangun karena tidak mau ketinggalan Truk Sekolah. Soalnya jarak sekolah dengan rumah cukup jauh.

Habis mandi, pakai baju, pakai pita, lalu sarapan Truk Sekolah datang. Di daerah rumahku, di Utara, Truk Sekolah adalah satu-satunya kendaraan umum ke sekolah. Pulangnya juga naik Truk Sekolah atau kadang ikut sepeda Mamak pas lewat sekolahan. Truk Sekolah itu mengantar anak-anak pelajar dari Afdeling 12, 10,2 dan 3 di komplekku. Aku kenal dengan sopirnya. Namanya Om Febri. Orangnya ramah sekali.

Nah waktu itu setelah empat jam di sekolah Aku pulang ke rumah naik Truk Sekolah. Setelah sampai, Aku mengambil Adik yang dititipkan di rumah Kak Priska disuruh Mamak. Rumah Kak Priska di sebelah kami jadi setiap hari aku yang disuruh mengambil. Habis itu aku ganti baju, makan, dan tidur siang. Pas sore hari ketika Mamak masih tidur siang Aku keluar rumah untuk bermain dengan teman-teman. Aku main lama sekali, sampai mau maghrib baru pulang. Pas sampai di rumah Mamak langsung memarahiku.

“Naomi, kenapa piring ini masih berantakkan di meja makan!?”

“Oh iya Mak, aku lupa cuci piring,” jawabku yang memang lupa kalau punya tugas cuci piring sendiri karena ingin cepat tidur siang dan main.

“Lupa, Lupa!” kata Mamak yang lalu mencubitku. Cubitan Mamak sakit sekali.

Aku pun menangis sambil cuci piring. Setelah selesai menyusun piring yang dicuci, Aku masih nangis lalu dipanggil Mamak lagi dan kembali dimarahi karena aku lupa menyapu rumah. Kata Mamak, Aku melalaikan tugas terus hari itu. Aku makin menangis karena dimarahi dan langsung menyapu rumah sambil menangis.

Setelah selesai menyapu aku masuk kamar dan menangis lagi. Waktu di kamar aku menangis bukan lagi karena habis dimarahin atau karena cubitan Mamak. Aku menangis karena sudah membuat Mamak marah-marah dan tidak membantu pekerjaannya mengurus rumah seperti biasanya. Padahal Mamak sudah banting tulang bekerja dan mengurus adik-adikku.

Aku sedih karena main lupa waktu dan membuat Mamak tambah beban. Mamak tiba-tiba masuk ke kamar lalu memelukku yang sedang menangis di kasur. Mamak tidak marah lagi dan makin erat memeluk. Tangisanku makin kencang karena Mama bilang sayang Naomi.

“Naomi juga sayang Mak. Naomi cinta Mamak karena Mamak yang merawat Naomi sampai besar,” kata saya lalu Mamak langsung memeluk dan mencium pipiku.

Naomi Kelas V SD



Genre:

Tema: