Menangkap Belut untuk Ayah

Dok.Shodomyakusfishing

Pada suatu hari aku dan teman-temannku bersepeda menaiki bukit. Dari atas bukit kami melihat sawah penuh padi bertaburan. Kerbau memakani rumput dan ayam-ayam makan biji-bijian. Tiba-tiba ada musang diam-diam mendekati ayam yang sedang enak-enaknya makan. Sepertinya mau diintai. Kami pun langsung turun bukit dengan sepeda dan menubruk musang itu. Dia lari terbirit-birit. Hahaha

Kami lalu pergi memancing dan mendapat Ikan Lele, Gabus, Betok, dan Nila. Setelah dapat ikan kami pulang ke rumah masing-masing. Aku bakar ikan yang aku dapatkan lalu memakannya dengan nasi. Setelah kenyang saya ke duduk-duduk di depan rumah sambil lihat langit penuh bintang lalu tidur zzz..zzz..zzz..

Aku bangun pagi lalu cuci muka dan gosok gigi. Setelah lari pagi sebentar dan sarapan, aku pergi ke sawah bersama Ayah. Ayahku memakai kerbau ke sawah sedangkan aku naik sepeda sambil “mengusir” anak kerbau. Saat di sawah aku membantu dengan menemani anak kerbau itu. Eh, dia yang sebenarnya menemaniku di sawah menangkap di rawa-rawa. Belut itu mau aku hadiahkan ke Ayah untuk makan siangn. Setelah tertangkap kami berdua makan di sawah. Enak sekali.

Aku punya tugas lagi pas sampai rumah, yaitu memakani ternak. Ayah punya banyak ternak di rumah. Ada sapi, ayam, dan bebek. Aku lebih senang bermain dengan Ayam Jantan karena keren. Aku sering membanggakan suaranya yang merdu ke teman-temanku. Aku suka sekali tinggal di desa.

Mahersyah
Kelas 3 SD Tenera



Genre:

Tema: