Menertawai Kekalahan Bersama Ibu-Ibu PII

Di tempatku tinggal, hari kemerdekaan setiap 17 Agustus diperingati dengan sangat meriah. Seluruh karyawan dari Afdeling 1 sampai 12, bidang, dan seluruh direksi di PT Agricinal mengikuti banyak perlombaan yang seru. Adapun perlombaannya adalah Rangku Alu, Teropah, paduan suara, perang bantal, dan membuat yel-yel.

Seluruh karyawan sangat antusias dalam mengikuti lomba di bawah terik matahari. Lomba yang paling seru adalah perang bantal karena pesertanya yang tak bisa bertahan akan jatuh dalam air lalu baju yang dipakai basah kuyup. Beda halnya dengan lomba yang saya ikuti. Saya, Bu Beti, Bu Juminem, Bu Dwi mewakili PII mengikuti lomba bakiak. Kami melangkahkan kaki dengan semangat.

“Kanan, kiri, kanan ,kiri,” begitu aba-abanya.

Tapi apa yang terjadi saya yang paling depan terjatuh dan tidak bisa berdiri lagi maka kalahlah tim saya . Maafkan Bu, karena kesalahan saya kita kalah. Kemudian saya ikut lomba Rangku Alu karena tim dari PII kurang. Saya memegang bambu rangku alu dengan lincahnya sementara Tarti dan Bu Santi melompati bambu sesuai irama dan lagu yang kami nyanyikan bersama. Eeeee.. apa yang tejadi, ternyata ada yang melompat jatuh, kami bukannya sedih tapi malah tertawa dan dan gembira karena serunya permainan itu.

Surasmini
Guru SD Tenera



Genre:

Tema: