Menulari Ayah dengan “Penyakitku”

Mengisi hari liburanku di akhir Tahun 2018 kami sekeluarga “Pulang Kampung”. Sengaja pakai tanda kutip karena rumah Orang Tuaku masih satu Kecamatan dengan tempat kerjaku, SMP Tenera. Di sana kami berkumpul dengan Ayah dan Ibuku, Mbah dari kedua putriku. Delapan hari kami habiskan rasa kangen, terutama Orang Tuaku dengan cucu-cucunya. apalagi kami baru saja dikaruniai seorang putri mungil yang aku yakin semakin menambah kecerian mereka karena mendapatkan cucu baru.

Dok.Hidroponik.net

Belum lama Aku tertarik dengan . Kuceritakan tentang sedikit kegemaranku berkebun dengan sistem yang sangat sederhana di rumah dinasku (Camp Guru) PT. Agricinal ke Ayah. Melalui percobaan berkebun yang masih sangat minim ini Aku ceritak tentang cara meracik nutrisi dan merawat tanaman hingga panen.

“Lumayan lho Pak untuk memenuhi kebutuhan sayur sendiri,” kataku.

Ayah hanya menggut-manggut saja mendengar cerita yang kubawakan dengan penuh bersemangat. Aku jadi pesimis Ayah akan tertarik dengan karena responnya biasa saja. Topik pembicaraan yang tanpa hasil menurutku. Tetapi tak disangka dan tak diduga paginya Ayahku pergi ke pasar sendiri. Aku kira memang ada keperluan rumah yang harus dibeli, eh ternyata Ayah membeli plastik putih sepanjang empat meter.

“Untuk apa Pak?” tanyaku penasaran.

“Lah katanya mau buat di sini,” jawab Ayah singkat, jelas, dan datar.

Singkat cerita semua peralatan dan bahan serta greenhouse mini yang telah dipersiapkan semuanya kami mulai menyemai kangkung menggunakan media semai yang sebelumnya juga udah kami siapkan. Setelah dirasa siap untuk dipindahkan ke media tanam , kami pun memindahkan semaian kangkung. Aku ajari satu persatu cara untuk meracik nutrisi dan merawat tanamanya sehingga Ayahku benar-benar paham. Lagi-lagi tak kusangka dan tak kuduga semangatnya melebihi semangatku.

Setiap pagi ayahku ke belakang rumah melihat tanaman kangkung miliknya. Agak lucu juga, karena Aku berpikir enggak perlu segitunya juga kali. Mungkin Ayah sudah tidak sabar melihat kangkung tumbuh besar dan segera panen.  Memang benar kata kawanku itu bikin kecanduan.

Ayahku yang  datar-datar saja ketika mendengar ceritaku tentang ternyata tertarik juga dan mungkin bisa dibilang kecanduan. Aku sih senang bisa menularkan penyakit ini ke Ayahku. Semoga berkah ya Pak, setidaknya kangkungnya bisa untuk ditumis dan dikirimkan ke rumah dinas kami.

Teguh Budi Utomo
Guru SMP Tenera



Genre:

Tema: