Mesin Waktu Bernama Tok Tik

Dwi Ardiyanti

Dok.fandom.com

Kalau disuruh berandai-andai punya kekuatan super, aku mah maunya punya waktu. Kayaknya nih ya, keren punya alat yang super hebat Banyak hal yang bisa diubah, mulai dari kebiasaan , kenangan buruk, sifat, akhhhh banyak sekali. Kalau punya waktu akan aku namai Tok Tik karena biasanya orang sering menunjukan waktu yang berjalan dengan kata “tik tok”. Nah karena mundur jadi namanya Tok Tik.

Aku mau kembali ke masa lalu, memperbaiki banyak hal. Pertama adalah orang tua, tanpa mereka aku tak ada, entah berapa kali aku membantah, membentak, mereka tetap terbaik. Sekarang seberapa kuat aku mencoba, aku tetap merasa belum memberikan yang terbaik.

Aku juga mau kembali ke masa kuliah. Soalnya lulusnya lama. Kata orang salah pilih jurusan. Ada yang bilang karena dosennya pelit nilai. Kalau aku bilang kebanyakan main. Andai bisa kembali aku mau perbaiki dan mencari tau kenapa bisa ada delay.

Andai aku punya Tok Tik aku mau kembali Madrasah Tsanawiyah Ulu Talo, sekolah pertamaku mengajar. Letaknya, bersembunyi di balik bukit, di antara sawah dan pohon-pohon besar. Udara di sana menyenangkan. Tidak banyak murid, hanya beberapa, tapi itu yang aku rindu.

Rumahku jauh dari sekolah dan perjalanan ke sana laiknya menantang maut. Jalannya terjal dan curam, belum lagi saat hujan datang. Tapi aku selalu ingat dengan susana sejuknya. Aroma rumput dan lumut yang menempel di tebing-tebing pengapit jalan. Selalu ingat bau sawah yang menyegarkan.

Aku rindu suasana di sekolah, anak-anak menyambut saat melihat kedatanganku. Bapak-bapak guru yang selalu membutuhkanku saat membuat laporan, soal, dan lain hal karena keterbatasan laptop. Anak-anak selalu antusias saat aku memberikan materi pelajaran matematika atau teknik informatika, sungguh aku tak sehebat itu. Tapi aku selalu merasa dihargai.

Andai punya waktu aku mau memperbaiki rasa tidak percaya diri yang kadang kelewatan. Saat sekolah aku pernah bertanya tentang teori tapi guruku malah menertawakan dan mengejek. Akhirnya teman-teman ku pun ikutan. Aku jadi trauma saat akan mengajukan pertanyaan atau mengajukan pendapat. Mungkin mereka tidak bermaksud mengejek tapi cukup menguras rasa percaya diriku.

Saat berkumpul bersama Kak Desta (yang katanya Tukang Kebun Nyalanya.com) aku tidak bersuara mengungkapkan pendapat atau bertanya sesuatu. Padahal banyak sekali yang ingin aku katakan, seperti ‘ hai kak Desta.. tulisanku pernah loh di Nyalanya’, ‘aku juga sangat suka menulis loh…hanya kadang jalan ceritanya sangat panjang dan kadang susah menulis endingnya’, ‘Kak Desta aku suka baca novel loh, mungkin di rumah ada satu lemari.

Saat kuliah aku suka banget beli novel tapi aku enggak pernah tau siapa pengarangnya. Sekarang aku suka baca novel terjemahan dari Perpustakaan Tenera’. Memang tidak sesering dulu karena sekarang ada anak yang juga lagi masa tumbuh kembang, hihihihi

Andai aku punya Tok Tik…..

Dwi Ardiyanti
Guru TK Tenera



Genre:

Tema: