Peternakan Hantu Tenera Kalah Telak

Wiwin

Di Sekolah saya punya ternak . Macam-macam jenisnya, ada pocong, sundel bolong, genderuwo, tuyul, suster ngesot, bahkan impor yaitu Falak supaya menambah koleksi perdemitan di Sekolah Tenera. Saya kira, peternakan di Sekolah Tenera ini paling seram di dunia. Ternyata saya salah karena muncul satu makhluk menakutkan yang membuat para - lainnya minder.

Dok.Forbes (Kristina Killgrove)
Dok.Forbes (Kristina Killgrove)

Dia mahluk paling menakutkan di dunia. Saking seramnya orang-orang dilarang beraktivitas. Enggak ada namanya kumpul-kumpul. Bersalaman saja dilarang. Gara-gara makhluk ini ada orang yang mengasingkan diri, tidak mau berkomunikasi dengan sesama agar terhindar dari kengerian bernama Covid 19. Memang sih Covid sangat sakti, selain kasat mata dia sangat cepat bahkan dia membuat sarang di banyak benda.

Kedatangan Si setan Covid ini mengacaukan cara berpikir manusia. Makin banyak yang hanya mementingkan kelangsungan hidupnya sendiri tanpa memikirkan dampaknya. Ada orang-orang yang mengambil banyak, menyisakan sedikit untuk yang lainnya. Lalu Si setan ini bisa memperbanyak diri lalu menyakiti tubuh dengan cepat namun semakin banyak manusia yang berada di luar rumah dan berinteraksi seperti biasanya.

Nah hal-hal kecil seperti ini yang kurang dimengerti sebagian orang di indonesia yang punya kengeyelan kolektif luar biasa besarnya. Padahal sudah ada contoh nyata, Italia, yang sebagian besar rakyatnya ngeyel. Saat Covid menyebar di negara mereka, orang-orangnya cuek, masih nongkrong bahkan nekad bikin resepsi pernikahan besar-besaran. Mereka meuainya dengan kengerian, sebagian masarakat di Italia tepatnya di kota Milan hampir seluruhnya terasukan virus ini. Bahkan tingkat kematian di italia tinggi.

Mudah-mudahan Indonesia tidak seperti Italia. Semoga pemerintah Indonesia mampu mengatasi Covid dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat yang terdampak. Kita harus ikut andil dalam penyebaran dengan cara berdiam diri di rumah, menyumbangkan sebagian harta kita kalau ada, dan menyebarkan berita baik tentang pasien yang sembuh.



Genre: Nonfiksi

Tema: Covid-19