Sebal Sama “Dilan 1991”

Dok.akamaized.net

Aku bangga pindah ke perumahan staf karena dekat dengan perpustakaan sekolah. Aku bisa berlama-lama di perpustakaan sekolah tanpa takut terlambat pulang ke rumah. Enak nian di sana bisa baca novel, komik, majalah, dan buku-buku lainnya. Aku suka komik “Polwan”, novel suka “Kecil-Kecil Punya Karya”, dan majalah sukanya sama Bobo.

Aku ingin pinjam novel “Hantu Baru” tapi dibuat kecewa karena bukunya belum boleh dipinjam. Bikin bete deh, soalnya aku harus menunggu setelah tanggal 17 Agustus baru boleh pinjam novel itu.

Nah mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa aku suka sama Bobo. Jawabnya karena Iqbal Ramadhan, pemeran Dilan dalam film “Dilan 1990” dan “Dilan 1991”. Dia ternyata suka sama majalah Bobo lho. Maklum, aku kan fans berat Iqbal, jadinya harus suka Bobo hehehe. Tapi majalah Bobo memang bagus lho, edukasi lewat cerita bergambarnya kena banget. Ada juga pelajaran sekolah yang mudah dipahami di sana.

Oh iya, ngomong-ngomong film “Dilan 1990” itu seru banget bro, sikapnya Dilan keren di sana. Tapi aku kecewa sama “Dilan 1991” karena enggak sekeren sebelumnya. Di “Dilan 1991” dia enggak keren lagi karena berantem sama Milea. Ceritanya enggak semanis yang pertama, enggak so sweet. Bikin sebal. Ya sudahlah, malah tambah bete kan jadinya.

Intinya aku suka majalah Bobo bukan karena si Iqbal doang. Perpustakaan Tenera yang bikin aku ketagihan membacanya. Tiap pulang sekolah aku selalu main ke perpustakaan Tenera meminjam Bobo atau buku lainnya. Aku juga betah berlama-lama di sana, entah baca atau cuma sekadar menyendiri.

Chika
SD Tenera



Genre:

Tema: