Taktik Jitu Main Ultraman Ribut

Istimewa

Suara petir mengagetkan Adikku pagi itu. Dia langsung meloncat ke arahku lalu menangis takut mendengar suara petir. Aku coba menenangkannya lalu setelah normal Aku ajak dia main Ultraman Ribut di atas kasur. Yah biar dia lupa sama bunyi petir yang belum reda. Adikku lalu mengambil topeng ultraman dalam tasnya, lalu memakainya. Aku pura-pura jadi monster yang siap-siap memakannya. Aku buka mulutku lebar-lebar seolah-olah mau memakannya.

“Ultraman Ribuuuuut!” seru Adikku lalu memukul wajahku dengan topengnya.

Pukulan Adik mendarat di hidungku. Sakit sekali lalu aku menangis. Mendengar tangisanku, Adikku sok-sokan dewasa, dia menenangkanku dengan mengelus-elus rambutku.

“Aduuuh..atit ya Kak, ini topengnya akal deh. Ukul topengnya yaaa,” katanya.

Setelah aku tidak nangis, kami main lagi. Sekarang giliranku jadi Ultramen. Aku menyerang, kupukul kepalanya. “Cetok!” begitu bunyinya, lalu dia menangis keluar kamar. Dia ternyata mengadu ke Mamak. Habis aku dimarahi Mamak saat itu juga. Mamak bilang aku enggak bolek kasar sama Adikku.

Adikku tertawa-tawa, licik. Dia kemudian mengajakku bermain lagi, dia jadi Ultraman. Ketika Aku mau menyerang, dia meloncat dari atas kasur. “Hayooo bilangin Mamak agi Kakak akal sama Ade,” ancamnya dengan wajah semringah. Wah dia curang sekali. Tapi aku tidak habis akal. Aku bilang padanya bahwa kalau tidak bilang Mamak nanti dibelikan makanan dan es krim. Wah dia mau terus kami main lagi.

“Cetok!!” kepalanya kena pukul lagi.

Wah dia langsung menangis lagi dan mau lapor Mamak. Sebelum dia turun kasur, Aku langsung bilang mau beli es krim terus dia enggak jadi lapor deh. Siangnya Aku minta uang Mamak untuk beli es krim untuk Adikku. Heheheh aku menang banyak karena tidak dilaporkan menjitak Adikku saat main Ultraman Ribut.

Fanesa
SD Tenera



Genre:

Tema: