Tanding Bola Lawan Para Raksasa

Jana

Dokumen Tukang Kebun

Saya dan teman-teman pergi ke Bengkulu untuk bertanding sepak. Kami ke sana menaiki mobil travel. Saat perjalanan, teman satu tim saya yang bernama Faffa mual-mual. Mabuk dia. Setelah dia pindah duduk ke depan, mualnya berhenti. Waktu dia mual-mual aku degdegan karena takut dia tidak sehat ketika bertanding. Sampai di Bengkulu kami menuju Mess lalu makan bekal yang dimasakin mamaku. Kami menginap di sana satu malam.

Paginya kami latihan fisik sebentar sambil menunggu sarapan. Setelah makan kami disuruh memakai perlatan yang dibawa dari Tenera. Selama beberapa jam kami menunggu angkot yang akan mengantar ke tempat pertandingan. Badan sudah capek duluan menunggu angkot yang lama sekali datangnya.Tapi kami tetap semangat dan bisa menang 6-0 di pertandingan pertama.

Semua teman-teman gembira kami menang pertandingan pertama melawan tim yang punya pemain berbadan jauh lebih besar dari kami. Di pertandingan kedua kami menang lagi, kali ini tiga gol tanpa balas. Di hari ketiga kami melawan Indonesia Muda, klub yang katanya calon juara. Eh tidak disangka kami menang 2-0 lalu lolos ke semifinal. Lawan kami di semifinal adalah Tunas Muda. Kami kalah adu penalti tapi masih ada kesempatan untuk jadi juara tiga.

Tapi dalam pertandingan memperebutkan juara tiga itu pemain lawan badannya besar-besar juga. Kami kecapaian melawan mereka sepanjang babak lalu harus adu penalti. Kami kalah adu penalti dan hanya mendapat juara empat. Biar enggak sedih lagi kami jalan-jalan beli oleh-oleh untuk orang tua. Aku membeli kue untuk dimakan bersama di rumah nanti. Itulah ceritaku bertanding mewakili Tenera.



Genre: Nonfiksi

Tema: Olahraga