Tidak Betah Tinggal di Pesantren

Dok.Islami

Setelah lulus SMP saya berniat sekolah di . Tapi saya bimbang apakah bisa hidup jauh dari orang tua dan teman-teman baik saya di SMP Tenera dulu. Kebingungan itu saya rasakan sampai lebaran kemarin. Saya dikasih waktu sama orang tua untuk berpikir lalu memutuskan apakah mau ke atau masuk sekolah SMA Tenera. Setelah tujuh hari berpikir akhirnya saya memutusan untuk sekolah .

Saya diantar orang tua ke . Sampai di sana saya sangat senang sekali tapi mendadak jadi sedih ketika orang tua pulang. Di saya tidur di asrama. Hanya ada saudara saya di sana, suasananya sepi banget. Beberapa hari kemudian barulah asrama ramai karena mulai banyak santri yang kembali dari liburannya. Saya mendapatkan banyak teman baru tapi masih saja sedih saat rindu dengan orang tua.

Waktu tidur di adalah jam sebelas malam setelah melakukan banyak kegiatan. Karena jamnya sangat malam saya jadi tidak bisa tidur dan sering mengobrol dengan teman-teman. Saya baru ngantuk kalau sudah masuk jam dua pagi dan sering juga ketiduran di masjid, kamar teman, atau di tempat lain yang jadi favorit untuk menyendiri. Setiap subuh selalu berisik dengan suara pengurus yang membangunkan santri untuk salat lalu sarapan. Kadang mereka membawa rotan untuk memukul pintu kamar, biar tambah berisik. Awalnya aku takut karena mengira rotan itu untuk memukul kami yang terlambat bangun.

Setiap Jumat pagi para santri berangkat ke sungai besar mengambil batu dan pasir bangunan. Setelah tugas selesai kami boleh mandi dan bermain di sungai besar itu. Jujur saya tidak betah hidup di lalu berpikir untuk pulang saja. Ternyata harapan saya dijawab Allah. Ketika bapak menengok ke sana saya langsung bilang ingin keluar dari dan sekolah di Tenera lagi. Waktu ditanya kenapa tidak betah saya bilang selalu rindu orang tua dan teman-teman di sana. Bapak akhirnya membawa saya pulang setelah mendengar jawaban itu.

Aji Pangestu
SMA Tenera



Genre:

Tema: