Tragedi Sepatu Bola Melayang

Dokumen Tukang Kebun

Liburan sekolah saya habiskan bermain dengan Dimas. Tidak lupa pakai sepatu. Hampir setiap hari main , dari pagi sampai sore. Kalau bosan kami main kelereng atau melempar (mengambil) mangga milik orang. Sebelum pulang kami menangkap ikan lebih dulu di sungai. Jernih sekali airnya jadi ikannya kelihatan.

Kami bosan main berdua lalu memanggil teman sebanyak-banyaknya. Kami bagi tim jadi dua,tiap tim diisi lima orang. Lima versus lima. Permainan dimulai dari jam delapan pagi sampai empat sore. Saya mulai mengoper teman yang bernama Tyo lalu dia mencetak gol. Skor 1-0 untuk timku. Permainan makin seru tapi kami harus berhenti karena hari sudah sore.

Esok hari permainan dilanjutkan. Kali ini lebih seru. Tyo mengoper ke saya, lalu saya giring ke depan gawang lalu gooooool… skor berubah menjadi 2-0. Tak lama kemudian tim kami kebon. Skor menjadi 2-1. Saat panas-panasnya pertandingan, kami dapat sial. Dimas mendendang kencang sekali sampai sepatunya melayang mengenai Bapak-Bapak yang sedang mengendarai motor Legenda. Untung Si Bapak pakai helm, kalau tidak bocor sudah kepalanya.

“Waduh Bapak itu berhenti. Kaburrrrr……kaburrrrrrr,” seru Dimas.

Kami berlari lalu sembunyi di balik semak -semak. Saya menempelkan jari telunjuk ke bibir, menyuruh mereka diam. Kami mengintip dari balik semak- semak. Sudah membayangkan bakal dimarahin Bapak itu yang sedang menuju ke arah semak-semak. Eh ternyata Bapak itu tidak mencari kami, tapi cuma mengambil sepatu yang melayang tadi lalu malah ngebut pakai Legendanya.

“Lho..lho.. sepatuku dibawa pergi. Gimana nih tak bisalah aku main lagi. Apesssss sepatu ku tinggal satu,” keluh Dimas. Sontak kami tertawa terpingkal pingkal lalu tidak main lagi. Dimasnya sedih hahaha

Fharel Ringgo
Kelas 5 SD
Tenera



Genre:

Tema: