
Empat hari ke Bazar Tenera. Bayangkan saja, empat hari berturut-turut. Nikmat mana lagi yang kau dustakan coba? Nggak hanya soal tenda atau stand berisi karya, makanan, mainan, dan kerajinan tangan lain yang keren-keren tetapi juga tentang kebanggaan bisa sekolah di Tenera.
Rasa bangga itu terpancar setelah bertemu dengan banyak anak sekolah lain di halaman kecamatan. Oh iya kemarin bazar tidak dibikin di sekolah. Untuk pertama kalinya dibikin di halaman kantor kecamatan sehingga kami bisa bertemu lalu berkenalan dengan murid-murid sekolah lain.

Kebetulan saya berada di tengah satu kelompok pengunjung yang main ke stand karya. Mereka bergantian melemparkan pujian yang membawa saya dan teman-teman terbang tinggi.
“Wah, anak Tenera berbakat semua ya.”
“Karya-karyanya bagus, suka sekali melihatnya.”
“Nyesek banget kemarin aku nggak sekolah di Tenera saja.”
“Iya ya, di sana bakatku nggak terpakai.”
Mereka hening sebentar usai kalimat terakhir itu. Aku kembali ke tanah lantas berucap dalam hati, malang betul nasib mereka. Dari momen itu lah aku berharap bazar tahun depan lebih menarik lagi. Lebih keren dan kreatif lagi. Lebih hidup sekaligus memotivasi. Semoga.




Leave a Reply