Aku, Bazar, dan Keparnoan Malam Jumat

Dok.Wikihow

Tahun ini pertama kalinya sekolah Tenera mengadakan bazar di luar perkebunan. Degdegan rasanya. Untuk kali pertama pula aku sebagai ibu meninggalkan bayi mungilku yang baru genap empat bulan.

Jujur saja aku sedikit khawatir soal bazar ini. Bagaimana kalau bazar dihantam hujan dan badai? Bagaimana kalau mendung? Aku berdoa semoga semua baik baik saja dan berjalan dengan lancar. Mari kita ikuti alurnya, jangan kalah dulu sebelum berperang, kataku dalam hati.

Hari itu rasanya agak senang sedikit karena bangun agak siang. Semua pekerjaan rumah sudah selesai. Jam sembilan pagi aku mulai bersiap berangkat ke kecamatan. Hari pertama bazar ini rasanya sedikit ‘aneh’. Hari kerja tetapi rasanya seperti hari Minggu. Pak sopir pun bilang begitu.

Sampai di kecamatan teman-teman guru dan murid sedang menyiapkan barang dan perlengkapan pameran. Kekhawatiranku tak terjadi. Cuaca malah sungguh panas. Anak-anak SD-SMA tetap terlihat semangat menyusun barang di stand. Aku kebagian jaga stand bermain. Di stand ini anak-anak bermain lego, pasir kinestetik, mandi bola, dan melukis.

Terkadang ada orangtua yang menitipkan anaknya bermain bersama di stand. Di acara bazar kali ini para orangtua menyangoni anaknya empat kali lipat dari hari biasa, yang biasanya cuma Rp5 ribu jadi Rp20 ribu.

Karena cuaca panas anak-anak sedang melukis sering pindah ke tempat yang teduh. Alhamdulliah anak-anak senang bermain di stand ini. Panas tidak mencairkan semangat bermain dan belajar mereka. Aku sangat puas menyaksikannya.

Ingin sekali segera membantingkan tubuh ke kasur setelah bazar selesai. Namun, aku harus jemput bayiku dulu di tempat momongan. Jam delapan malam baru sampai di sana lalu kami pulang ke Afdeling 10. Sepanjang jalan pulang degdegan lagi karena baru sadar hari itu adalah malam Jumat. Seram sekali perjalanan dari PKS ke rumah.

Malam Jumat bagiku itu teror. Parno pun segera datang. Takut bila melihat sesuatu yang terbang atau melompat-lompat di bawah terang bulan. Membayangkannya bikin aku merinding. Alhamdulillah tidak ada yang mengganggu kami sampai di rumah. Hatiku aman dan tenteram kembali.