Mempertanyakan Bakatku Sendiri

Dok.Wikihow

Bahas soal bakat, aku sebenarnya belum mengetahui bakatku sebenarnya. Mungkin teman-teman akan bertanya-tanya. Mengapa anak SMP seperti aku ini belum mengetahui bakat dalam dirinya. Tidak apa-apa, mungkin dari cerita ini teman-teman bisa membantuku.

Saat masih TK, aku pernah ikut lomba melipat origami di Arga Makmur. Aku tidak sendiri. Aku bersama tiga teman; Novita, Silvia, dan Richelo. Kami satu tim dalam lomba itu. Kami tidak menjadi juara tetapi mendapatkan bingkisan berupa topi.

Saya sendiri tidak peduli dengan kalah menang waktu itu. Kalah tidak apa-apa karena aku senang sekaligus bangga karena itulah lomba perdanaku. Tidak hanya melipat origami, sejak saat itu aku sering menari dalam acara-acara sekolah. Guru tariku di TK Bu Rita, di SD Bu Risa, dan sekarang aku diajari Bu Asih.

Naik ke jenjang SD aku mengenal banyak hal lagi. Ekskul perdanaku adalah PBB. Namun kegiatan itu bikin capek. Setelah itu aku mencoba ikut musik uning-uningan sma Bang Sopandu Manurung. Naik lagi ke SMP, suasananya sungguh berbeda. Aku terpilih masuk ekskul PBB tetapi kali ini sungguh berbeda karena menguras fisik dan mental.

Latihannya cukup keras apalagi saat mendekati perlombaan. Namun latihan keras itu terbayarkan karena kami sering mendapat juara satu. Selain PBB aku juga terpilih menjadi salah satu pemain alat musik kolintan yang berasal dari Minahasa. Sekarang aku sedang belajar gitar dan ingin mendalaminya.

Jadi menurut teman-teman, bakatku di mana?