
Selama ini sebenarnya kita sudah sering meramal. Membikin rencana dalam menjalani hari-hari yang entah dengan sederet gelombang kejut di tiap keloknya. Selama 30 tahun saya hidup, ramalan membawa pada satu pemahaman bahwa manusia hanya dapat berencana karena Tuhan lebih presisi mengatur semesta.
Melihat bulan Januari 2025 yang baru jalan beberapa hari saya meramalkan tahun ini bakal berat. Tanda-tandanya jelas. Tahun ini dibuka dengan rentetan kabar mencekam yang trending di media sosial. Seorang laki-laki muda diterkam harimau. Los Angeles jadi lautan api. Pajak naik. Padahal, baru masuk pekan ke-2 Januari lho ini.
Pekerjaan dan kondisi keuangan saya akan berat. Beberapa kali mengecek kembali kalender, ada banyak agenda yang akan menghabiskan uang dan memeras tenaga dari awal sampai akhir tahun.
Bulan puasa misalnya. Sebagai pemilik usaha kecil saya harus menyiapkan banyak hal. Kemudian persiapan acara buka puasa di sekolah sebagai acara tahunan disusul lebaran. Ada lebaran maka ada mudik. Anak minta perayaan ulang tahun di sekolah Juni nanti. Setelah itu saya harus mengurus beasiswa anak ke Jakarta.
Agenda lain sudah menunggu setelah ke Jakarta seperti mempersiapkan ujian akhir, kelulusan sampai perpisahan kelas IX. Saya harus membuat soal, mengisi nilai, dan memperbaiki kesalahan pada rapor siswa.
Tulisan ini juga melahirkan pemahaman baru buat saya. Bahwa meramal tidak mudah. Meramal membuat saya sadar ada banyak kewajiban yang harus diselesaikan. Sekarang kepalaku jadi sakit hahahaha.




Leave a Reply