
2024 tahun penuh cobaan. Tahun yang berat bagi keluarga. Suami dan anak-anak sakit serius. Batuk dan flu tidak bisa sembuh dengan beristirahat saja. Anakku, Felo dan Argha, harus berobat ke dokter. Obatnya malah tidak mempan, mereka tergolek di tempat tidur sampai satu minggu. Begitu juga suami, tergolek tanpa daya walaupun rajin minum obat dan diurut. Apa ini virus yang sedang beredar saat ini?
Makan pun tak selera. Sampai aku buat bubur supaya bisa ditelan itu pun dimakan beberapa suap saja. Dan akhirnya aku pun tumbang, kecapaian mengurus suami dan anak-anak. Tepat sebelum tahun baru kami baru pulih lalu segera membawa anak-anak berlibur supaya hati mereka senang.
Prediksi saya 2025 ini menjadi tahun yang sulit dalam hal kesehatan. Selan iklim yang sangat ekstrim, virus Human Metapneumovirus (HMPV) dari Cina mungkin akan menyebar ke Indonesia. Kita harus mempersiapkan diri untuk dua hal tersebut.
Akan tetapi dalam hal keuangan petani sawit diperkirakan akan beruntung. Sebab harga sawit diperkirakan melambung tahun 2025. Walaupun produksnya turun karena pengaruh iklim tetapi tertutupi kenaikan harga. Situasi itu berkaitan dengan rencana pemerintah menerapkan biodiesel 40 persen (B40) yang merupakan bahan bakar campuran solar sebanyak 60 % dan bahan bakar nabati dari kelapa sawit 40 % mulai 1 Januari 2025.
Petani dan perkebunan sawit bisa bernapas lega di tahun ini. Mudah-mudahan menjadi tahun yang baik bagi Agricinal, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit, tempat kami para karyawan mencari nafkah. Semoga tahun 2025 menjadi tahun yang penuh berkat untuk semua insan yang tinggal di Agricinal.




Leave a Reply