
Tema kali ini adalah pertanyaan besar yang lama mendekam di kepala lalu harus aku jawab sendiri. Jujur saja, sudah lama aku mempertanyakan kenapa kawan-kawan sebaya lebih memilih membaca via HP daripada buku.
Ini menurutku sih. Bahwa sebenarnya membaca buku via buku asli (fisik) lebih seru. Lebih gampang berimajinasi dan menyerap ide yang dituliskan pengarang atau penulis. Namun, ternyata ada alasan kenapa sekarang banyak orang memilih membaca di ponsel.
Dari temuanku di Google, membaca di HP lebih mudah dan praktis. Berhubungan dengan kemudahan akses. Sekali ketik, bisa keluar semua pilihan termasuk buku-buku gratis. Konten yang didapatkan sangat luas, bermacam-macam informasinya. Terakhir, hemat ruang.
Sebenarnya kekecewaanku bukan di sana melainkan pada orang-orang yang mengabaikan buku cetakan fisik. Sebab, buku cetakan fisik itu bukan berisi ide atau tulisan penulisnya yang dicetak ulang saja tetapi juga orang-orang lain seperti pembuat gambar. Menikmati buku secara langsung memberi pengalaman berbeda. Namun ya itu tadi, banyak di lingkunganku yang mengabaikannya.
Tulisan dalam buku itu abadi. Mengalir sepanjang waktu. Sebab, usia kata-kata selalu lebih panjang dari penulisnya. Ketika mereka tiada, tulisannya itu masih kita baca. Bukunya kita pegang. Kita rawat. Jadi, sesekali cobalah membaca buku cetakan fisik dan rasakan sensasinya.




Leave a Reply