
SSB Tenera kampiun KU-11 dan 12 Liga Tenera 2025. Gelar ini bikin bangga seluruh warga Agricinal sebab tidak mudah bagi SSB Tenera mengangkat piala. Doni, salah satu tim pelatih SSB Tenera bilang, proses latihan SSB Tenera cukup keras dan disiplin. Program demi program dilahap para pemain semata-mata untuk menjadi yang terbaik di Provinsi Bengkulu.
Seperti yang dibilang Doni, perjalanan tidak mudah. Tim SSB Tenera mendapat banyak tantangan, bahkan dari alam sendiri. Di laga final U-12 lawan Dhanu FC contohnya. Sekelompok tawon marah tiba-tiba melesat menyerang kedua tim yang sedang saling serang di atas lapangan.
Serangan itu bikin kaget. Sebagian pemain berhamburan ke luar lapangan sambil teriak-teriak. Sebagian lagi memilih tiarap. Para penonton tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan peristiwa yang hampir tidak pernah terjadi di jagad sepak bola dunia itu.
Setelah para tawon tenang lalu kembali ke sarang, pertandingan final dilanjutkan. Gerimis pun datang, lamat-lamat menjadi deras. Di tengah perubahan cuaca itu SSB Tenera mencetak gol lewat atlet berbakat mereka, Judika. Gol itu membuat pertandingan makin sengit. Tekel demi tekel di bawah hujan jadi pemandangan seru. Skor sama kuat sampai turun minum.
Babak selanjutnya makin seru. Bola diperebutkan. Dioper ke sana ke mari. Dua pelatih adu taktik, bagaimana cara mengalirkan bola dalam keadaan hujan. Pertandingan yang sengit itu berlanjut sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga. SSB Tenera pun menjadi kampiun.




Leave a Reply