
Waktu berjalan cepat. Mustahil ditangkap. Rasanya baru kemarin aku brojol (lahir) lha sekarang sudah kelas 9 SMP. Namun yang jelas aku masih seorang Salsa Chintia Natasya yang lucu dan menggemaskan, titik.
Bicara soal keinginan saat ini, sesuai tema nih, aku menginginkan sepatu running yang ada plat karbon-nya. Saat dibawa lari rasanya lembut sekali, seperti menginjak kapas 100 lapis. Sebab plat karbon itu berguna untuk meningkatkan energi, performa, dan mengurangi kecapaian saat lari.
Plat itu terbuat dari serat karbon yang membuat langkah terasa lebih ringan. Bahan dan fungsinya itulah yang bikin harga sepatu running impian itu bakal menguras tabungan orangtua. Bundaku bilang lebih baik mengeyangkan perut daripada beli sepatu. Ya begitulah emak-emak kaum mendang-mending.
Eits, tunggu dulu, aku bukan anak manja yang menuntut keinginan pada mamak karena remaja membuatku memahami satu hal: tidak semua barang atau keinginan harus minta ke orangtua. Apalagi kami bukan keluarga kaya. Berkecukupan saja.
Aku mau berusaha mendapatkan sepatu itu dengan usaha sendiri. Rasanya pasti beda ketika membeli barang dengan uang sendiri. Aku mulai gila menabung. Rela tidak jajan di kantin. Cuma menelan air liur ketika jalan sama teman-teman. Bersabar tiap hari.
Ternyata bunda mengetahui itu. Kata bunda, dia akan membantuku membeli sepatu impian dengan menanggung separuh harganya. Senang nggak? Ya senang lah! Bunda melihat upayaku. Bunda bilang dia sedang mengajariku bagaimana menjadi dewasa. Katanya, kemarin-kemari dia mau lihat kesungguhanku dalam mengejar sesuatu karena kehidupan kami bukanlah hidup yang serba ada. Kita harus berjuang untuk mendapatkan semuanya.
Terima kasih guys sudah membaca cerita ini. Yang mau membantu boleh banget kok. Aku tunggu transferannya yah, hahahaha.




Leave a Reply