Kerbau Aneh

Dok. Wikihow

Senja di ufuk barat sudah mulai menampakkan wujudnya yang mulai menghitam. Aku dan seorang teman menyusuri jalan raya yang penuh dengan kendaraan lalu-lalang.

Sepanjang jalan, aku dan teman selalu cekikikan di atas motor. Kami bercerita sepanjang jalan, mulai masa kecil, remaja ke dewasa, bahkan sampai berkeluarga seperti sekarang ini. Temanku yang satu ini termasuk heboh dan hebring.

Motor kami melaju dengan kencang memasuki area sawit yang penuh dengan batu koral. Kami sambil menyanyi kecil dengan harapan bisa sampai di rumah dengan cepat. Jarak rumah dari jalan lintas lumayan cukup jauh. Jalannya pun belum mulus, masih jalan koral.

Di tengah perjalanan, seekor kerbau lewat di depan kami sedangkan motor kami melaju dengan kencang. Sontak kami kaget. Motor beradu dengan kerbau. Aku dan temanku terpelanting sekitar lima meter ke area persawitan. Kerbau itu malah memelototi kami berdua. Aku terluka di bagian lutut dan tangan. Temanku luka di bagian tangan dan jidatnya.

Sekalipun terluka, kami berdiri sambil tertawa keren dengan pandangan kerbau yang masih terarah pada kami. Untung motor kami tidak mengalami kerusakan. Kami langsung bergegas pergi dan meninggalkan kerbau sendirian. Entah apa yang ada di benak kerbau itu karena dia masih berdiri kokoh di pinggir jalan.