Pembalap Amatiran

Dok.Wikihow

Rasa syukur memenuhi hati di penghujung tahun 2024. Namun, terselip kesedihan saat mengenang momen-momen kebersamaan dengan para guru dan karyawan Sekolah Tenera. Kami selalu tertawa dan menangis bersama dalam suka maupun duka. Kami saling membantu dalam setiap kegiatan.

Kamis pagi, 5 Desember 2024. Bertepatan dengan kegiatan doa bersama, kami menerima informasi lewat grup WhatsApp Tenera Teacher’s bahwa akan diadakan doa bersama di PT. Agricinal. Hal ini menyusul aksi demo dari warga lima desa penyangga yang memblokade akses jalan milik perusahaan sejak 6 November 2024.

Dengan semangat kami bersiap dari pagi buta bangun jam empat pagi untuk menyiapkan bekal, mandi, salat subuh lalu berangkat jam lima pagi. Tujuannya agar bisa berkumpul di Rumop pukul 05.30 WIB dan tidak tertinggal. Setibanya di lokasi kami dibagi menjadi dua kelompok untuk menuju area pabrik. Menyesuaikan diri dengan situasi di lapangan.

Dengan doa dan harapan agar segala sesuatunya berjalan lancar, kami bergabung bersama yang lain. Pemblokiran dapat kami atasi karena jumlah massa aksi tak begitu banyak. Namun, belum lama kami merasa lega, kabar lain datang. Pos satu yang merupakan jalur utama keluar-masuk telah diblokade pendemo.

Rasa khawatir pun mulai muncul. Bagaimana nanti pulangnya, ya? gumamku dalam hati. Meski ada kabar bantuan dari Brimob akan segera datang kecemasan tak serta merta hilang. Tak lama kemudian ada informasi baru yang kami terima bahwa 50 personel dari Polres Bengkulu Utara akan datang untuk membuka blokade di pos satu. Kami berharap-harap cemas sambil menunggu hingga jam dua siang tetapi yang ditunggu tak kunjung tiba. Bahkan kami mendengar kabar bahwa tidak seorang pun diperbolehkan melewati pos satu.

Akhirnya, pukul 14.30 WIB kami memutuskan untuk pulang melalui jalan alternatif di Afdeling IV. Di sanalah petualangan sesungguhnya dimulai. Jalan berlumpur dan licin akibat hujan mengubah kami menjadi ‘pembalap’ dadakan. Pakaian basah, tubuh penuh lumpur, dan motor yang berkali-kali mogok menambah kesan mendalam di penghujung tahun. Meski penuh tantangan, akhirnya kami semua sampai di rumah—letih, kotor, tetapi penuh cerita.

Demikianlah tulisan ini saya buat dan mudah-mudahan dapat bermanfaat, terima kasih.