
Apa kamu pernah melayani pelanggan yang tidak peka? Yang tidak mau ikut peraturan dan tidak mau ditegur? Aku dan teman kerja pernah menemui pelanggan yang seperti itu.
Waktu itu aku seorang teman kebagian shift sore di Mathagia. Hujan cukup deras sehingga kami meletakkan kardus di teras sampai ke pintu masuk agar toko tidak becek dan kotor. Kami juga menempel peringatan agar tiap pelanggan tidak memakai jas hujan dalam toko.
Beberapa menit kemudian, datanglah ibu-ibu datang ke toko dengan mantel basah. Lantai toko jadi kotor sehingga temanku menegur ibu itu dengan kalimat paling sopan.
“Bu, maaf mantelnya dilepas dahulu ya biar di dalam (toko) tidak becek.”
“Tidak apa-apa, sebentar saja. Aku cuma beli minum nggak lama. Bentaran saja aku ini,” jawab pelanggan itu dengan nada kesal.
Temanku terus menegurnya dan si ibu itu malah ngomel. “Ini sudah (melepas mantel) ribet sekali belanja di sini. Banyak kali peraturannya, udah cepatlah biar keluar aku,” balas si ibu dengan nada yang keras.
Setelah membayar belanjaan, ibu itu pergi sambil mengomel. Begitulah kejadian kami bertemu dengan pelanggan yang tidak mau melihat keadaan sekitar. Yang sulit menaati peraturan. Namun, kami dituntut agar tetap murah senyum di depan pelanggan. Sebab, mau bagaimana pun pembeli adalah raja.




Leave a Reply