
Pernahkah kamu mendengar nasihat orang tua zaman dulu: waktu magrib wajib di dalam rumah? Tentu saja, kalimat ‘magrib wajib di dalam rumah’ terpatri di hati serta pikiranku. Ketika aku masih kecil, orangtuaku selalu mewanti-wanti harus sudah sampai di rumah sebelum magrib bila main ke luar.
Saat dilanggar, kalian pasti tahu yang akan terjadi. Jeweran dan cubitan emak pasti mendarat “cantik” di badanku. Dan tentu saja itu akan menjadi alarm, pengingat bahwa aku sudah harus di rumah sebelum magrib.
Kini, setelah aku menjadi orangtua, hal itu pun aku berlakukan pada anak-anakku. Apakah itu turunan didikan orangtuaku yang sudah mendarah daging? Entahlah, nyatanya nasihat itu pun aku sampaikan ke anak-anak. Alasan utamaku adalah agar mereka tahu waktu sekaligus mengerti bahwa bermain juga ada batasnya.
Apakah kalian tahu bahwa sampai kini aku juga masih penasaran dengan mitos macam pamali magrib tidak di rumah. Dan dengan keingintahuan yang besar dan didorong rasa penasaran, pertanyaan itu sempat aku lontarkan ke orangtuaku. Namun, mereka selalu menjawab begini: nurut saja kalau dinasehati orangtua, gak usah banyak tanya.
Dan pada akhirnya aku pun mendapat jawabannya. Konon katanya, bila anak kecil bermain di waktu magrib maka ada makhluk tak terlihat mata akan menculik dan menyembunyikan anak tersebut. Bisa jadi anak tersebut tidak akan dikembalikan lagi ke dunia nyata. Seram juga sih ya.




Leave a Reply