Saksi Hidup Kolaborasi PLG dan Agricinal Itu adalah Gajah

Dok. Wikihow

Namaku Jesica. Aku adalah orang dengan sikap aneh. Kali ini aku kan menceritakan kisahku dengan kegiatan sehari-hari bersama alam.

Jadi, di pekan terakhir September kemarin, anak-anak SMP Tenera berkunjung ke Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Sebelat. Menurut informasi dari Pak Mustahidin selaku polisi kehutanan terdapat sepuluh ekor gajah di sana dengan usia di atas 40 tahun.

Aku tertarik dengan informasi itu apalagi ketika Pak Mustahidin memberi tahu asal usul nama salah satu gajah di sana dan beberapa hewan langka di Sebelat. Gajah, si hewan langka dengan badan besar itu ternyata ditemukan di Agricinal. Sehingga, terjadilah kerja sama antara Agricina dan PLG. Hubungan mereka ini semakin akrab dan dekat, hingga seekor gajah diberi nama Nelson sebagai kenang-kenangan dari hubungan romantis itu.

Gajah di sana lumayan terawat. Mereka tingga di hutan bebas yang masih kaya dengan sumber daya alam. Rumah para gajah cukup nyaman. Dua hal itu membuat turis lokal dan mancanegara tertarik mengunjungi PLG. Apalagi di tengah PLG terdapat sungai yang indah.

Jujur saja nih, sebenarnya aku baru pertama kalinya melihat gajah. Program kunjungan itu serasa membawaku ke dunia mimpi karena bisa melihat gajah secara langsung. Keindahan alamnya yang memukau dan para hewan unik itu membuatku seperti Alice di Wonderland. Kunjungan itu akan menjadi petualangan tak terlupakan sepanjang hidup.