
Pesta akbar bazar Tenera Sikola Kumpul Galo 2 mengguncang bumi Agricinal. Perayaan selama 14-18 Oktober 2025 di Guest House (GH) Agricinal itu punya kegiatan seru yang menyenangkan sekaligus meninggalkan kesan dalam.
Pasukan Tenera beranggotakan bapak dan ibu guru serta siswa-siswi SD, SMP, SMA bergerak serempak menyukseskan bazar. Semua stand atau tenda disiapkan dalam waktu singkat dan dikoordinasikan guru bersama siswa dengan baik.
Ada sepuluh stand yang dipromosikan dalam kegiatan bazar. Saya suka tenda karya dan Agricinal. Saya tertarik sekali dengan siswa-siswi yang menjaga dua stand itu. Mereka aktif dalam memberikan informasi, menjelaskan karya ketika pengunjung datang. Di stand Agricinal beberapa siswa SMA bersemangat menjelaskan hasil karya dari perusahaan berupa bibit sawit, biji olahan, dan minyak yang dikemas dalam botol.
Salah satu tenda yang menarik anak-anak adalah stand permainan yang saya koordinasi bersama teman-teman. Kami menawarkan permainan mandi bola, pasir kinetis, mewarnai, bowling botol pasir, botol warna, kelereng, dan lempar gelang. Kami kompak mempromosikan jenis permainan ke pengunjung yang datang. Selain itu kami memotivasi siswa-siswi SD, SMP, dan SMA agar berani dan percaya diri dengan slogan “Dapat Karya, Dapat Rezeki” agar mereka lebih semangat mempromosikan jenis permainan.
Pada hari pertama, pengunjung ramai berbondong-bondong datang ke stand. Mereka menyerbu semua permainan di sana. Seorang ibu membawa dua anaknya untuk bermain. Dengan sigap, anak-anak SD segera menawarkan jenis permainan.
Seorang siswa berteriak, “yang tahu, yang tahu, sepuluh ribu, sayang anak..sayang anak,” sambil mendekati seorang bapak yang menggandeng tangan kedua anaknya. Sang bapak meminta dua gambar untuk diwarnai. Siswa itu berlari kecil mengambil empat gambar lalu menawarkannya pada sang bapak itu. Selanjutnya, siswa SMP menawarkan permainan bowling botol pasir dan kelereng ke tiga anak bertubuh besar. Mereka menyukai permainan yang seru ini.
Tanpa terasa waktu berjalan terus hingga sore. Kami mengumpulkan pendapatan yang ternyata cukup besar. Kemudian kami memberi semangat kepada anak-anak agar lebih rajin biar pendapatan makin bertambah.
Hari kedua dan ketiga pengunjung masih ramai datang ke stand. Saya juga merayu ibu-ibu yang ngobrol dengan saya untuk mau mewarnai. Seorang ibu muda pun mau mewarnai. Saya tersenyum sambil berkata kepada ibu muda: ayo, tunjukkan karyamu! Ibu muda itu tertawa sambil menggoreskan cat ke gambarnya.
Tiba-tiba tiga anak perempuan mendatangi saya. Mereka merengek minta diskon harga untuk dua jenis permainan yaitu botol warna dan lempar gelang. Mereka meluncurkan rayuan maut yang akhirnya melelehkan hati, apalagi setelah seorang anak memeluk dari belakang sambil berkata, “boleh ya Bu, kami pengen main Bu tapi uang kami hanya ada ini,” sambil memperlihatkan dua lembar uang lima ribu. Akhirnya saya memperbolehkan mereka main. Hore, hore, hore, mereka langsung melompat menuju ke permainan.
Tak lama kemudian para siswa SMP penjaga stand merayu pengunjung agar bermain ke tenda mereka. Saya tersenyum mendengar suara kencang mereka ketika menawarkan permainan. Saya mendatangi lalu mengapresiasi sekaligus menyemangati mereka.
Di hari terakhir bazar, pendapatan kami jauh lebih besar dari hari-hari sebelumnya. Salah seorang anak SMA berkata, “Mantap slogan kita Dapat Karya Dapat Rezeki. Pengalaman kami berwirausaha adalah karya kami dan mendapat rezeki”, katanya. Kami pun merayakannya dengan menyantap pop mie dan minum es buah.




Leave a Reply