Lomba Senam Kreasi Ibu-ibu PKK Mengobati Kepenatanku

Dok.Wikihow

Gimana tak pusing, target delapan besar futsal series region Bengkulu meleset. Kami terhenti di babak enam belas besar. Tidak buruk sih sebagai tim debutan masih bisa sampai di enam belas besar, daripada MU di papan bawah klasemen.

Sepulang dari sana langsung disambut dengan kegiatan bazar Sekolah Tenera. Belum bertugas saja sudah bisa dibayangkan repotnya seperti apa. Tapi kami sudah sangat terbiasa dengan hal-hal seperti itu dan bukan menjadi masalah. Saya ditunjuk menjadi koordinator lomba voli putri selama lima hari. Kebayang bukan gimana capeknya? Namun, kan sudah saya bilang bahwa kami sudah terbiasa dengan hal-hal yang seperti itu.

Ini adalah bazar Sikola Kumpul Galo Sekolah Tenera yang ke-2. Agak beda konsepnya dibanding Sikola Kumpul Galo 1 yang dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Putri Hijau—ternyata pengunjungnya tidak seramai yang kami kira . Tahun ini kegiatan dilaksanakan di Pt. Agricinal. Sebab, mengingat sekaligus mempertimbangkan kemaslahatan acara memang sebaiknya diadakan di dalam saja agar anggaran tidak membengkak.

Selain lomba voli ada beberapa macam perlombaan seperti menggambar untuk anak-anak, jurnalistik, dan lomba senam kreasi ibu-ibu PKK. Di tengah pikiran yang masih kalut, tiba-tiba saya ditunjuk menjadi dewan juri senam kreasi ibu-ibu PKK. Dengan nada semangat tanpa ragu saya langsung oke. Itu kesempatan langka yang diharap orang banyak.

Dengan gagah berani saya duduk di kursi singgasana yang disediakan panitia. Perlahan tapi pasti saya melihat sekitar ketika duduk di kursi juri. Mata awas, lirik kanan dan kiri. Kira-kira ada gak ya teman-teman saya, kalau ada mereka, pasti mereka tidak akan membiarkan saya dengan tenang menikmati senam kreasi ini.

Peserta nomor satu tampil. Cukup bagus namun ada beberapa penilaian di bagian gerakan kekompakan yang kurang maksimal. Penampilan selesai, ganti peserta selanjutnya yang masih cukup bagus dan biasa-biasa saja. Tibalah penampilan peserta nomor tiga. Tanpa bimbang dan ragu mereka masuk dan naik ke atas panggung menunjukan aksinya. Benar saja, mata ini langsung terpana melihat penampilan yang cetar membahana itu.

Bagaimana tidak, semua peserta sangat enerjik, kompak, pakaian oke gerakan oke, nyaris sempurna. Dan sudah sayaa prediksi dari awal, di saat peserta menunjukan aksinya yang sangat heboh, munculah gerombolan teman-teman yang tidak mau membiarkan saya menikmati gerakan senam para peserta.

Namun, pada ahirnya saya tetap bisa melihat dan menilai penampilan mereka. Dan setidaknya, dengan menjadi juri senam kreasi, kepenatan saya sedikit terobati.