
Kembali lagi dengan Penti dari Mathagia. Inilah kisah tentang opname di Mathagia. Eits, tunggu dulu, kata ‘opname’ itu bukan yang sering dipakai di rumah sakit ya.
Opname di Mathagia itu berarti tutup buku dan kami sebagai karyawan harus menghitung barang dalam gudang dan yang dipajang. Ketika kami sedang menghitung barang, maka pelanggan hanya diperbolehkan membeli barang secara cash. Dengan kata lain tidak boleh utang.
Kami kerja dari jam delapan pagi sampai delapan malam. Belum lagi ketika gas datang, wah lembur karena pembeli berbondong-bondong datang lalu mengambil nomor antrian. Apalagi sedang mati listrik, semua memakai senter dan kami pun memanggil nomor antrian dengan sekuat tenaga.
Ketika gas habis, pasti kami diomelin. “Kok sudah habis Pen? Saya sudah dua minggu tidak dapat gas,” protes mereka. Dan kami pun menjawab omelan itu dengan senyuman lalu minta maaf.
Setiap opname ada saja kejadian yang membuat geleng kepala. Misalnya nih, ada seorang teman yang menghitung barang sambil nyantai di kursi, seperti di pantai rasanya. Namun, paling enak opname ketika semua karyawan beda shift kumpul semua.
Para pembeli pasti sangat senang bila besok sudah menggantung buku baru. Apa pasal? Karena mereka bisa berbondong-bondong ngebon sembako. Sekian dan terima kasih.




Leave a Reply