
Beres-beres adalah aktivitasku sehari-hari selama liburan kemarin. Aku suka beres-beres tapi (ada tapinya) jangan disuruh. Dengan kata lain, jangan memaksa atau mengancam dengan kalimat ‘kalau tidak dibereskan’ untuk melakukannya.
Sebab, menurutku beberes rumah itu harus datang dari hati yang paling dalam. Kalau tidak dari hati, beres-beresnya tidak akan pernah selesai. Percaya deh, ketika dilakukan dengan terpaksa atau di bawah ancaman, setiap hal yang kita lakukan tidak akan pernah baik hasilnya.
Beberes juga harus dalam keadaan tenang dan nyaman. Ketika sudah mencapai keadaan itu, semua pekerjaan rumah bisa aku selesaikan dalam satu hari. Kamar yang kotor dan berantakan—yang sejorok itu—bisa kinclong seketika karena kerajinan Lia yang kelewat batas.
Apa pun yang datangnya dari hati pasti baik untuk kita.




Leave a Reply