Kabar Buruk Kadang Datang di Momen yang Tidak Tepat

Dok. Wikihow

Liburan kemarin tidak ada istimewanya sama sekali. Aku banyak menghabiskan waktu di rumah sendirian. Tidak usah tanya sebosan apa aku di rumah, tentu saja aku sudah sangat muak apalagi kerjaku hanya makan dan tidur saja.

Saat kemuakan itu tidak bisa lagi aku tahan, aku keluar untuk mencari angin. Aku menguhubungi teman terdekat dan pacarku. Kami janjian ke pantai sore itu, berangkat dari rumah jam empat sore. Satu jam sebelumnya aku sudah siap-siap. Normal ya kan, aku kan perempuan jadi harus dandan dulu sob!

Pacarku datang menjemput tak selang lama setelah aku selesai dandan. Tinggal temanku yang belum tampak wajahnya sore itu sehingga kami harus menunggunya. Kami tak buang waktu saat dia datang ke rumahku. Motor digeber dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai pantai. Agar tak pulang kemalaman.

Kami sampai di pantai sebelum petang.  Kami pesan makanan lalu foto-foto. Seperti anak-anak muda lainnya, foto-foto itu wajib di mana pun tempatnya. Setelah itu kami segera pulang karena azan sudah berkumandang. Di tengah jalan aku dan temanku berpisah karena pacarku mau ke warung beli jajan. Temanku duluan, padahal sudah aku suruh bareng-bareng saja karena hari mulai gelap.

Ketika sedang asyik duduk-duduk di warung, ponselku berdering. Itu dari temanku. Dia berkata mereka ditumbuk (ditabrak) orang di jalan. Betapa terkejutnya au saat mendengar itu. Aku dan pacarku segera ke puskesmas di mana salah satu temanku sudah tidak sadarkan diri karena kepalanya pendarahan. Dia pun dirujuk ke RS di Bengkulu. Ah memang kabar buruk kadang datang di momen yang tidak tepat.