
Tanggal 27 Desember kemarin aku pergi ke Bengkulu bersama Topel, Kak Ofel, dan Bang Ogi. Sesampainya di Bengkulu kami langsung membereskan rumah kemudian mencari makan karena perut kami sudah keroncongan.
Keesokan paginya kami pergi ke RSUD untuk mengurus berkas. Kami masuk ke ruang cuci darah mengambil berkas dan pada saat itu kami merasa muram. Di ruangan itu banyak sekali orang yang sedang cuci darah, dari orangtua sampai anak sekolah juga ada.
Setelah mengurus berkas kami disuruh menunggu terlebih dahulu. Namun, karena terlalu lama kami memutuskan ke gereja untuk latihan pelayanan di hari Minggu.
Hari Minggunya kami melayani di gereja. Di sana kami berkenalan dengan orang Papua bernama Kalison. Ternyata dia adalah teman kuliah abangku. Ketika hari sudah mulai siang kami pergi ke mal untuk bermain sekaligus mencari makan.
Senin adalah hari tersibuk bagi seluruh umat di dunia. Kami pun juga begitu. Kami kembali ke RSUD mengambil berkas pagi-pagi sekali biar tidak kena macet atau terjebak antrian panjang di sana. Kami terpaksa ke RS lagi karena berkas yang kami tunggu kemarin itu ternyata belum ditandatangani dokter.
Setelah itu kami pulang untuk merayakan malam tahun baru dengan bakar sosis dan jagung. Itulah ceritaku selama liburan sekolah kemarin. Tidak ada meriah-meriahnya sama sekali.




Leave a Reply